Rahasia di Toilet Kampus

1382 Words

Mentari siang menembus sela-sela pepohonan kampus dengan hangat, namun hati Aulia masih belum sepenuhnya tenang. Pagi tadi, obrolan dengan Satria membuatnya merenung dalam. Kakaknya benar—kabur dari masalah bukan jalan keluar. Jika ingin memperbaiki hubungan, satu-satunya jalan adalah komunikasi. Jujur. Terbuka. Berani bertanya dan berani mendengar. Dengan tekad itulah Aulia tiba di kampus pukul sebelas siang, lebih awal dari jadwal kuliahnya. Langkahnya ringan, namun hatinya berat. Ia ingin mencari Rafandra. Ingin menyelesaikan semuanya hari ini. Namun saat melangkah ke arah taman kampus, matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya. Rafandra. Duduk di bangku panjang, berhadapan dengan Freya, sekretaris BEM mereka. Keduanya tampak asyik berbincang. Tawa ringan Rafandra terdengar samar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD