Bab 24

1447 Words

Tak terasa, waktu merayap pelan, jarum jam menunjuk angka dua dini hari. Rembulan masih setia menaungi, namun keheningan telah kembali merajai kamar hotel. Arka dan Safiyah mengakhiri petualangan keintiman mereka malam itu, sebuah perjalanan yang melampaui batas raga, menyatukan jiwa dalam gelora cinta. Arka mendekap Safiyah erat, merasakan napas teratur Safiyah di dadanya. Ia mengecup lembut puncak kepala Safiyah, lalu berbisik pelan, "Tidurlah, sayangku. Malam ini, kau telah memberiku segalanya." Safiyah sedikit menggeliat dalam tidurnya, mengeratkan pelukannya pada Arka, seolah tak ingin terpisah barang sedetik pun. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya, meski terlelap, ia seolah mendengar bisikan itu. Arka memejamkan mata, membiarkan kehangatan Safiyah meresap ke dalam dirinya. Mal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD