Pagi itu, Alesha tampak anggun dalam balutan rok plisket dan blouse satin berwarna salem lembut, kerudungnya senada, rapi dan elegan. Ia menuruni tangga dengan semangat, aroma kopi dan roti panggang menyambutnya di ruang makan keluarga. Mama Karina sedang menuangkan teh hangat, sementara Pak Alvino duduk di ujung meja, memegang koran. > “Selamat pagi, Pa, Ma,” sapa Alesha lembut, mencium tangan mereka satu per satu. > “Sarapan dulu, Nak,” ucap Pak Alvino. “Nanti aja ya, Pa. Alesha harus ke kampus dulu, ada kelas pagi,” jawab Alesha sambil merapikan tasnya. Tapi langkahnya terhenti ketika Pak Alvino membuka suara lagi. > “Tunggu. Malam ini kamu pulang cepat ya.” Alesha menoleh, curiga. > “Ada apa, Pa?” Pak Alvino mengambil sebuah amplop kecil dari balik koran dan menge

