Bab 31

1488 Words

Satria bersandar di ranjang rumah sakit, tubuhnya masih lemah namun senyumnya perlahan kembali. Pak Hartawan duduk di sisi ranjang, memegang tangan anak sulungnya dengan sorot mata penuh penyesalan dan cinta yang lama terpendam. “Maafkan Arjuna, Satria...” suara Pak Hartawan berat. “Dia yang menabrak kamu semalam... Papa tidak akan tinggal diam. Papa akan laporkan dia ke polisi.” Satria langsung menggeleng pelan, meski lelah masih menggelayut di wajahnya. “Jangan, Pa...” ucapnya lemah tapi pasti. “Jangan lakukan itu. Saya sudah nggak apa-apa sekarang. Mungkin... itu cara Allah mempertemukan saya kembali dengan Papa. Saya hanya berharap... Arjuna bisa menerima saya sebagai kakaknya.” Pak Hartawan terdiam. Hatinya seperti dihantam ombak besar. Betapa anak ini, yang sudah ia tinggalkan se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD