Malam minggu itu terasa berbeda bagi Satria. Jas hitamnya rapi, rambutnya disisir sempurna, dan parfum maskulin menguar lembut dari tubuhnya. Ada gugup yang bersarang di dadanya—bukan karena takut, tapi karena malam ini ia akan melamar wanita yang diam-diam telah lama ia cintai. Ia berangkat bersama Pak Hartawan, Pak Hadi—pamannya yang selalu mendukungnya, serta Aulia yang tampak tak kalah cantik dengan gaun pastel dan senyum sumringah. Mobil berhenti di sebuah rumah megah milik keluarga Hendra. Pintu terbuka, dan Pak Hendra serta Ibu Kirana menyambut dengan hangat. Pak Hendra terpana melihat Satria, mantan pengawal pribadi yang kini menjelma menjadi CEO sebuah perusahaan besar. Penampilannya memukau—berpakaian rapi dengan jas elegan, postur tegap, dan sorot mata penuh wibawa. Sulit dip

