Bab45

1611 Words

Sementara itu, di kediaman pasangan muda Dokter Alvian dan Zulfa, suasana kian dipenuhi kehangatan dan kedamaian. Rumah berarsitektur modern minimalis itu tak hanya memancarkan kemewahan dari luar, tetapi juga menyimpan keharmonisan yang sederhana namun dalam di dalamnya. Pagi itu, Zulfa menyuguhkan teh hangat untuk suaminya di teras belakang rumah mereka. Senyumnya merekah, penuh rasa syukur. “Selamat ya, Mas… akhirnya resmi jadi pimpinan rumah sakit peninggalan Ayah,” ucap Zulfa lembut, menatap Alvian dengan penuh bangga. Alvian meraih tangan istrinya, menggenggam erat seolah tak ingin melepasnya. “Semua ini juga karena kamu, Fa. Karena dukunganmu, doamu, dan kesabaranmu mendampingiku sejak awal.” Rumah Sakit Rizal Medika, yang dulu dibangun dan dirawat dengan sepenuh hati oleh almar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD