Sore itu langit tampak cerah, awan tipis menghias langit Banyuwangi. Di ruang rawat VIP rumah sakit, suasana semakin ramai oleh tawa dan haru. Mama Karina datang kembali, kali ini tidak sendiri. Ia membawa serta Alesha, adik perempuan Arka yang anggun dan ceria. Langkah mereka cepat namun hati-hati, tak sabar ingin melihat cucu dan keponakan yang baru lahir. Saat masuk ke kamar, Mama Karina langsung disambut peluk oleh Safiyah, lalu duduk di sisi tempat tidur sambil menatap bayi mungil yang terbaring tenang di pelukan ibunya. Air mata haru menetes di pipinya. “Masya Allah... cucu Mama cantik sekali,” bisiknya, lalu dengan penuh kelembutan, menggendong bayi Aliyah Arkanaya untuk pertama kali. “Kecil, lembut... seperti kapas...” Alesha juga mendekat, mengecup pipi kecil keponakannya.

