3. Pengkhianatan Keji

1053 Words
Suara jeritan itu pun disusul dengan bantingan mainan dan beberapa pecahan dari pajangan ruang keluarga yang menjadi spot kamar milik Rafif. Untung saja ia baru-baru ini melakukan perpindahan berkat sang pengasuh yang sering mengeluh, sebab kamar Rafif sangatlah melelahkan hingga harus naik ke lantai dua. Namun, siapa sangka kalau seorang lelaki dari Keluarga Osm melakukan sesuatu yang sangat rendahan. Apalagi dengan mudahnya ia mengkhianati seseorang keluarga terdekat yang sudah banyak membantu. “Bos, semua keluarganya sudah tewas, tapi ada satu anak kecil yang tidak ditemukan,” ucap salah satu pengikut dari lelaki itu membuat Rafif yang berada di dalam kamar pun mendengarnya dari sebuah alat pendengar rahasia. “Cepat cari di semua kamar!” titah lelaki itu membentak dengan sangat keras, tetapi sayang sekali suaranya tidak asing untuk Rafif. Sontak anak laki-laki berusia sepuluh tahun yang tidak menyaksikan keluarganya dibantai, tetapi mengetahui pengkhianatan yang dilakukan oleh pamannya sendiri itu pun sedikit tidak percaya. “Ethan, apa yang kamu lakukan pada kami ini salah! Mengapa kau begitu tega?” Terdengar suara seorang wanita yang mengejutkan Rafif membuat ia langsung mengambil alat perekam suara rahasia itu untuk mendengarkan suara sang ibu. “Diam kamu! Aku sudah muak dengan keluarga menyedihkan ini. Kamu tidak perlu merasa tersaingi saat Abangku lebih memilih diriku,” sentak Ethan tepat di depan wajah seorang wanita yang dipercayakan selama ini menjadi kakak iparnya sendiri. “Maafkan aku kalau selama ini sudah menyakiti hatimu. Tapi, mengapa kau menyakiti Abangmu juga? Dia tidak bersalah,” bela Ibu Rafif memegangi kaki kanan Etha dengan darah bersimbang akibat dari perbuatan salah satu pengikut lelaki itu yang sudah melayangkan senjata tajam pada tubuhnya. Ethan tersenyum miring, lalu berlutut menyamakan diri pada kakak ipar yang napasnya sudah tersenggal-senggal akibat kehilangan banyak darah sekaligus menahan rasa sakit pada bahu kirinya yang tertusuk benda. “Tentu saja aku tidak melepaskan dia untuk yang pertama, karena kehadirannya begitu menyulitkanku untuk melakukan banyak hal. Dan seluruh anggota Keluarga Osm harus mati di tanganku,” kecam Ethan tersenyum iblis. Tanpa sadar seorang anak laki-laki yang masih berada di sebuah ruangan tidak jauh dari mereka mengepalkan tangannya. Akan tetapi, sepasang telinga itu masih mendengarkan semua perkataan yang sempat menjadi suatu penanda bahwa sang paman berubah menjadi iblis. “Kau sangat kejam, Ethan!!!” teriak Ibu Rafif marah membuat lelaki itu mengusap wajahnya akibat tanpa sengaja terciprat air liur yang keluar begitu menyebalkan. “Menjijikkan!” sinis Ethan bangkit sembari mengibaskan kakinya demi melepaskan diri dari cengkraman penuh darah yang berasal dari kakak iparnya sendiri. Setelah itu, beberapa bawahan Ethan pun datang dengan benda tajam yang masih berada di tangan mereka membuat pandangan penuh ketakutan terlihat jelas dari sang ibu Rafif. Wanita itu bahkan langsung meringsut menjauh dari sikap kalap Ethan yang haus akan harta sejak dulu. “Bos, anak kecil itu masih belum ditemukan!” lapor salah satu dari mereka membuat api kemarahan tampak terlihat jelas dari mata Ethan. Namun, lelaki itu tersenyum miring ketika mendapati sang kakak iparnya yang menyeret diri sendiri menjauh dari sana. “Mbak, ayolah berhenti bermain-main denganku. Cepat katakan di mana keberadaan keponakan kesayanganku?” tanya Ethan berpura-pura merajuk. “Tidak sudi aku memberitahu padamu!” jawab Ibu Rafif tidak mau kalah. Kemudian, ia sama sekali tidak menatap ke arah pintu kamar baru anak tunggalnya yang berada tepat di belakang Ethan. Namun, ada satu ruangan yang terlintas di benak Ethan, yaitu kamar tamu kosong berada tepat di belakangnya. Tanpa pikir panjang, ia mengambil sebuah kapak dari tangan pengikutnya. Sontak seorang wanita dewasa yang selama ini merasakan kebahagiaan memiliki keluarga kecil itu pun menganga tidak percaya saat adik iparnya melayangkan sebuah kapak pada tengah-tengah pintu berkayu kuat membuat konyak dengan bagian dalam terlihat begitu nyata. Akan tetapi, sayang sekali di dalam sana sudah tidak ada siapa pun. Ternyata Rafif sudah melarikan diri dari kamar tersebut melalui pintu rahasia. “Di mana Rafif!?” bentak Ethan tidak bisa menemukan laki-laki kecil yang menjadi target dirinya sejak tadi. Sedangkan Ibu Rafif yang mendengar hal tersebut mengernyitkan keningnya bingung, tetapi ia langsung tersadar bahwa kamar baru miliknya anaknya memang memiliki sebuah pintu rahasia berada tepat di bawah tempat tidur. Tentu saja pintu rahasia itu selalu terbuka dan langsung mengarah pada garasi mobil yang berada di samping. Sehingga Rafif bisa melarikan diri tanpa diketahui oleh siapa pun. Dan parahnya, sang paman tidak memberikan penjagaan apa pun di luar membuat Rafif bisa keluar dari garasi dengan leluasa. Orang baik akan selalu dikelilingi orang baik pula membuat anak laki-laki itu bertemu salah satu tetangganya yang tanpa sengaja mendengar keributan dari dalam rumah Keluarga Osm. Padahal mereka terbiasa sepi, tetapi kali ini benar-benar sangat ramai. Seakan di dalam ada pertempuran cukup hebat. “Rafif, apa yang terjadi di dalam rumahmu? Kenapa semua begitu berisik?” tanya salah satu tetangga langsung mendekati Rafif yang keluar melalui garasi. Namun, Rafif diam saja seakan ia sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Membuat tetangga anak laki-laki itu langsung membawanya pergi dari sana. Tentu saja situasi cukup tidak memungkinkan untuk mereka masuk ke dalam. Kini seorang anak laki-laki berpiyaman polkadot putih itu tampak duduk di sebuah ruang tamu tidak kalah besar dengan rumahnya. Di depan Rafif terlihat sepasang suami-istri dan dua orang anak yang baru saja menginjak usia menengah pertama. “Rafif, apa kau ingin tidur?” tanya salah satu dari dua orang anak itu memecahkan keheningan, karena ia baru tersadar wajah itu terlihat begitu sayu. “Ajak Rafif tidur, Regina,” titah seorang lelaki yang diketahui adalah ayah dari dua orang anak itu. Regina yang beberapa kali pernah melakukan perbincangan dengan orang tua Rafif pun tidak terlalu canggung, lalu menggandeng tangan anak laki-laki itu masuk ke dalam sebuah kamar milik adik lelakinya. Tentu saja Rafif malam ini harus ditemani oleh seseorang agar tidak terlalu takut tidur seorang diri. Sementara itu, di malam gelap tanpa cahaya bulan dan bintang, saksi bisu dari pengkhiatan Keluarga Osm. Seluruh penghuni rumah itu benar-benar lenyap dalam semalam. Membuat keberadaan mereka hanyalah sebuah mimpi buruk bagi siapa pun. Sebab, tidak ada lagi sapaan hangat dari suami-istri pasangan Osm yang setiap pagi bersama di halaman rumah sembari menyiram tanaman. Bahkan tetangga yang berada di samping mereka pun berpura-pura tidak tahu, termasuk sepasang suami-istri yang menyelamatkan Rafif dari petaka malam di mana seluruh keluarganya dibantai habis tak tersisa, menjadikan anak laki-laki akan hidup dalam dendam tak bersudah. Dendam yang akan membawa dirinya pada sesuatu tidak terduga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD