Tidak bangun

1165 Words
Natasa, menatap kakak ipar nya yang tengah duduk di balkon kamar nya dengan tatapan genit. melihat, tubuh indah Alex terekspos dengan sangat jelas. Natasa, mendekati Alex dengan langkah bak model di atas panggung. Alex, yang tengah fokus dengan ponsel dan batang Rok***k ditangan nya, tidak menyadari siapa yang mendekati nya. "Kak" panggil Natasa dengan nada suara genit, layak nya ja***ng yang memanggil langganan nya. Alex, terkejut mendengar suara Natasa dan bukan nya Abella yang datang. awal nya Alex mengira Abella sudah selesai memasak untuk makan malam. Alex, menoleh ke arah Natasa dengan tatapan jijik. melihat, gaun dinas malam menyalah melekat di tubuh nya, membuat Alex merasa kalau adik Abella sudah tidak waras atau hiper. "Ngapain kamu ke sini??" tanya Alex kembali menatap ponsel nya Natasa mendekati Alex, sedangkan Alex tampak cuek dengan Natasa. Natasa, dia memeluk kakak ipar nya dari belakang. "Kak, bukan kah! aku jauh lebih cantik dari kak Abel??" tanya Natasa dengan menggosok-gosokkan dua gunung nya ke punggung Alex. Natasa dengan sengaja menggoda Alex di saat Abella tengah sibuk di dapur, menyiapkan makan malam. Natasa, bukan hanya menggosok-gosokan gunung kemar nya. dia juga meraba d**a bidang kakak ipar nya. Emmm.. Natasa mengeluarkan suara menjijikan nya. Alex, sama sekali tidak tergoda dengan apa yang di lakukan Natasa, bahkan pusaka milik Alex saja tidak bangun. jangankan bangun, berkedut saja tidak. Natasa, terus meraba d**a Alex, sampai ke bawa pusar. Natasa dengan sangat lancang, dia memegang pusaka milik Alex. Natasa, memberikan rangsangan pada pusaka Alex. Namun sayang, pusaka Alex sama sekali tidak merespon apa yang Natasa lakukan. Natasa, tidak berhenti berusaha. dia terus meraba, meremas, bahkan memainkan dua telur pusaka. Alex hanya diam dengan menghisap batang rok***k yang ada di sela-sela jari nya dengan sangat santai. bahkan Alex, dengan mudah nya memahami isi email yang asisten pribadi nya kirim untuk nya. Alex, sama sekali tidak terganggu dengan apa yang di lakukan Natasa. Natasa, sudah berusaha keras, tapi nyata nya pusaka Alex masih tertidur dengan lelap nya. "Tidak mungkin!" batin Natasa. Natasa, menghentikan pergerakan tangan nya. dia muali berpikir kalau kakak ipar nya mendadak terkena penyakit. "Mana mungkin, jelas-jelas beberapa hari yang lalu, Kak Alex masih bisa membuat Abel menjerit di bawa nya" batin Natasa. Natasa yang tidak percaya kalau Alex tidak bisa bangun. dia, dengan sangat berani memasukkan tangan nya ke dalam boxer yang Alex kenakan. Natasa bisa merasakan kehangatan pusaka milik Alex. Natasa, terus meraba-raba pusaka Alex yang bersih dari rumput liar. Natasa, juga bisa langsung tau kalau pusaka Alex sangat pajang. "Sayang kalau tidak bisa bangun" batin Natasa berusaha membuat pusaka bangun dari tidur lelap nya. Saat, Natasa masih berusaha membuat pusaka Alex bangun, dia mendengar suara Alex dengan nada sangat dingin. Natasa, tidak percaya kalau kakak ipar nya tidak tergoda dengan nya. "Masih belum menyerah??" tanya Alex. "Bahkan pusaka ku saja paham, kalau kamu tidak pantas merasakan nya" lanjut Alex. "Tidak! aku yakin kamu bermasalah" sahut Natasa. Hemmmzzz Alex, tersenyum miring mendengar apa yang Natasa katakan. kalau pusaka milik nya tidak bisa bangun, bagaimana bisa dia membuat Abella terus menjerit kenikmatan setiap hari nya. "Kamu ingin, tau pusaka ku bangun atau tidak?? tunggu sampai kakak kamu datang! lihat dan perhatikan baik-baik, pusaka ku masuk ke dalam goa kakak kamu" ucap Alex Baru saja Alex mengatakan apa yang dia katakan pada Natasa. Alex dan Natasa mendengar suara Abella memanggil suami nya. Alex mendorong Natasa ke balik dinding balkon kamar. Alex, melangkah masuk ke dalam kamar. "Sayang" panggil Alex. "Mas, ayo makan malam" ajak Abella dengan senyum "Tunggu sayang" Alex menghentikan tangan Abella "Kenapa Mas??" tanya Abella dengan menatap suami nya "Sayang, dedek mau masuk!!" rengek Alex dengan sangat manja. Hah.. Abella membuang napas kasar saat mendengar rengekan Alex. dia sangat paham apa yang diinginkan Alex saat ini. "Mas, ayo makan malam dulu" ajak Abella. "Sekarang aja sayang" Alex berusaha membujuk Abella. Alex, ingin menunjukkan pada adik ipar nya kalau pusaka nya akan bangun hanya pada pawang nya saja. "Sayang ayo!" ajak Alex Abella mendekati suami nya. dia mencium bibir sang suami, Alex dengan sengaja mengajak Abella berjalan dengan ciuman ke arah dekat jendela kaca yang terbuka dengan sangat lebar. Alex ingin Natasa menyaksikan langsung kegiatan panas nya dengan sang istri. Alex, membalas ciuman Abella, dengan tidak kalah ganas. Tangan Alex membuka kancing baju yang abella kenakan. Alex, membuang baju yang Abella kenakan sembarang arah, setelah semua kancing atas sampai bawa sudah terbuka. Alex, melepas ciuman nya, dia menarik tangan Abella ke arah sofa yang memang dekat dengan jendela balkon kamar mereka berdua. "Sayang kamu yang mulai yah??" pinta Alex dengan sengaja Emm.. Abella menganggukkan kepala nya dengan pelan, dia duduk di samping Alex. Abella, langsung saja meraba pusaka Alex yang masih terbungkus kain hitam. Ahhh.. Alex langsung saja mendesah saat tangan istri nya mulai mengusap lembut pusaka nya. Alex, terus mendesah merasakan sentuhan tangan istri nya memainkan pusaka milik Alex. Alex beranjak dari duduk nya tanpa menghentikan tangan istri nya yang terus memainkan pusaka nya. "Sayang bantu lepaskan" lirih Alex. Abella langsung saja melepas boxer yang Alex kenakan. pusaka panjang, besar, berotot langsung keluar tanpa perlawanan dengan mengangguk-angguk. "Sayang! Ahh, ayo, manjakan pusaka ku" ucap Alex dengan mendesah. Abella, memainkan, menjilat, mencium, memakan nya layak nya memakan lollypop, dengan dua telur tidak tertinggal. Alex, berdiri dengan merasakan kenikmatan pusaka nya yang tengah mendapatkan servis. Alex dengan sengaja mendesah dengan sangat kencang, dia benar-benar menunjukkan kenikmatan yang di berikan istri nya. Natasa yang ada di luar balkon tampak kesal melihat adegan yang harus nya tadi dia bisa merasakan. tapi, kini dia harus melihat kepahitan. "Brengsekk!! aku harus membuat Abella merasa kalau tidak pantas untuk Alex! seperti nya, apa yang aku katakan tadi sore belum cukup untuk membuat Abella sadar" batin Natasa melihat Abella kini naik ke pangkuan Alex. Abella naik turun di pangkuan Alex dengan cepat, lambat, terkadang sedang. Alex, sediri tengah memainkan gunung kembar Abella dengan merem melek. "Enak sayang! kamu makin hari makin asik" desah Alex "Kamu, yang mengajari ku Mas" ucap Natasa dengan terus bergoyang-goyang. Ahh.. "Sekarang pindah posisi Sayang" ucap Alex dengan membantu Abella turun dari pangkuan nya. Alex memutar tubuh Abella memunggungi nya, Alex membantu Abella sedikit membungkuk dengan kedua tangan bertopang di sofa. Alex menggoyang dari arah belakang dengan terus mendesah, tidak lupa Alex meremas pant**t Abella. "Sayang, kamu harus memberikan servis setiap aku mau" ucap Alex. "Ahh, tentu saja Mas" sahut Abella Alex senang mendengar apa yang di katakan Abella. dia dengan sengaja membuat Natasa semakin panas, melihat Abella dengan Alex bergonta-ganti posisi dengan dua-dua nya merasa senang melakukan nya. Berbagai gaya di coba Alex dan Abella di depan mata Natasa. Natasa, bersumpah akan membuat Alex tidak bisa berpaling dari nya. "Sialan!" kesal Natasa melihat olahraga panas. Abella dan Alex bukan hanya ganti-ganti gaya mereka juga tampak puas dengan permainan mereka. Natasa sangat tidak tahan, tapi demi keamanan nya, memilih terus melihat sampai 1 jam sudah berakhir. Natasa, berharap permainan kakak dan kakak ipar nya segera usai, agar dia juga bisa melampiaskan, hasrat nya yang sudah dia tahan sejak dia datang ke kamar kakak ipar dan kakak nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD