Teman-teman Natasa

1122 Words
"Wau!!!" pekik salah satu gadis remaja dengan melangkah masuk ke dalam mansion Alex. "Astaga! gue, nggak nyangka! mansion Lo mewah dan megah" ucap remaja lain dibelakang Natasa. Natasa, membawa beberapa teman sekolah nya datang ke mansion kakak ipar nya. Natasa, ingin membungkam teman-teman nya. Natasa, sudah sangat lelah selalu dihina dan direndahkan teman sekelas nya. Natasa, kini ingin semua teman-teman nya, tidak lagi membully dan menghina diri nya. "Bagaimana?? apa, sekarang kalian percaya sama gue??" sombong Natasa. "Iyah, deh!! kami minta maaf Nat" sahut Putri. Putri, salah satu anak orang terkaya dikota. wajar, selama ini dia selalu pamer dan suka sekali menghina Natasa. "Gue, yakin Mansion Lo! nggak sebesar, mansion gue" sombong Natasa. "Iyah, Lo bener" sahut Lily sahabat Putri. Putri, mendengus mendengar hinaan Natasa. dia, tidak perna iri dengan kehidupan orang lain. dia merasa, cukup dengan apa yang dia miliki. Bahkan, Putri perna jatuh sejatuh-jatuh nya. tapi, dia tidak perna menyesali nya. Putri, malah banyak belajar untuk membantu yang ada di bawa nya dengan kesombongan nya. Tingkah Putri, jauh lebih baik dari pada tingkah Natasa. Natasa, selalu saja pamer pada teman-teman nya. mengatakan ini itu, tapi tidak ada bukti nya. Dan, kini Natasa bisa tinggal di Mansion kakak ipar nya. dia, semakin sombong pada teman-teman sekelas nya. Natasa, memanfaatkan mansion kakak ipar nya untuk pamer di depan teman-teman yang selalu menghina nya. "Gue, emang selalu merendah" ucap Natasa, dengan mendudukkan diri nya disofa mahal milik kakak ipar nya. "Kalian, duduk aja dulu" lanjut Natasa. "Gue, kira Lo selama ini hanya pura-pura kaya Nat" ucap Lily "Iyah, kalau Lo miskin! kami, tidak akan menjauhi Lo, asal Lo jujur" ucap salah satu teman pria Natasa. Natasa tersenyum miring mendengar apa yang di katakan Rizky. dia tidak akan percaya dengan apa yang di katakan anak-Anak orang kaya yang ada didepan Natasa. "Gue nggak jujur aja! kalian pada ngehina gue" ucap Natasa. "Karena kami pengen punya temen yang jujur Nat" sahut Erlang Erlang, ketua kelas yang sangat terkenal satu sekolah. Erlang, atau yang sering di sapa Er, adalah ketua basket yang sangat populer di sekolah. Erlang juga, menjadi ketua kelas dan menjadi teman sekelas Natasa. Natasa, sering kali mencoba mencari perhatian Er, tapi sayang Er malah tertarik pada Putri. Putri sih ratu pamer, tapi dia punya hati yang sangat lembut. di luar, sekolah Putri sering kali membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Entah, kenapa saat ada di area sekolah. Putri akan menjadi orang lain. Er, diam-diam mengangumi Putri selama ini. tapi, sayang Putri tidak dekat dengan pria. Putri, hanya ingin fokus ke pendidikan nya. tidak seperti Natasa yang sibuk dengan kehidupan pribadi nya. dengan perasaan konyol nya. Bahkan Natasa, sudah kehilangan mahkota nya sejak lama. untung saja Natasa tidak sampai kebablasan hamil. Natasa, sama sekali tidak bisa menjaga dan menghargai diri nya sendiri. "Er, kamu bisa mengatakan cari yang jujur! di sini pasti ada lah yang nggak jujur" ucap Natasa. Natasa, tanpa sadar mengatakan kalau dia sendiri yang tidak jujur. dia yang sudah membohongi teman-teman nya soal mansion dan kehidupan mewah nya. Natasa, membohongi diri nya sendiri dan membohongi teman-teman nya. dia tidak rela hidup dengan segala kekurangan nya. "Dan, yah! kalau aku miskin dan tidak menunjukan mansion ku, aku! yakin kamu tidak akan dekat dengan ku" lanjut Natasa. "Aku, tidak akan perna dekat dengan kamu Nat! kamu jangan salah paham, dengan kedatangan ku kemari" sahut Er. "Aku, datang kesini hanya mengikuti perempuan yang aku suka! namun, sayang berulang kali dia menolak ku" lanjut Er "Siapa, yang kamu suka??" tanya Natasa dengan kepo Natasa, sangat tidak tau malu. dia sangat mudah mengobral kata cinta. di depan Er, Natasa seolah suka dengan Er. di depan Alex, dia seolah suka dengan Alex. "Siapa??" cecer Natasa. "Putri" sahut Er tampa ragu Natasa menatap Putri yang tampak biasa saja. tidak ada respon sama sekali dari Putri. karena memang Putri, tidak lah suka dengan Erlang. "Put, kamu kok diem aja sih" ucap Natasa, memancing Putri. "Apa??" tanya Putri "Er, suka sama Lo" sahut Natasa "Lalu, gue harus gimana??" tanya Putri "Lo, nggak suka sama Er??" pancing Natasa. "Nggak" singkat jelas padat "Gue, nggak gila-gila cowok untuk saat ini! gue mau fokus ke sekolah gue" lanjut Putri Natasa, menoleh ke arah Er yang tampak pias mendengar apa yang di katakan Putri. jelas, terlihat dari raut wajah Er, kalau saat ini Er sangat kecewa dengan Putri. "Lo, harus nya memberikan Er kesempatan Put" Natasa malah menyiram api dengan bensin. dia ingin Er, merasa kalau Putri bukan lah yang terbaik. "Lo, aja yang beri Er kesempatan! kenapa harus gue?? gue rasa Lo yang suka sama Er" sahut Putri memojokkan Natasa "Put, Lo apa-apaan sih" sahut Natasa Natasa sangat pandai bersandiwara, dia selain ingin pamer mansion kakak ipar nya. dia ingin melihat Er berhenti berharap dengan Putri. Putri sudah jelas-jelas menolak nya. tapi Er masih saja berharap cinta Putri. perna, sekali Natasa melihat Er menyatakan cinta nya di salah satu cafe. Namun sayang, Putri tidak menerima El, sampai Er berulang kali memohon pada remaja cantik layak nya bule di samping Erlang. "Kalau, gue jadi Lo! gue bakalan kasih Er kesempatan" sahut Natasa. "Tapi, Er malah suka sama Lo yang nggak suka sama dia" lanjut Natasa. "Yah, udah Lo aja yang jadian sama dia" sahut Putri. Putri dan Natasa malah saling adu bacot. Er, Lily dan Rizky hanya menyimak perdebatan mereka berdua. apalagi Er, yang sudah terlanjur kecewa dengan Putri. "Apa, gue harus lupain Putri" batin Er, dengan terus melihat dua gadis di depan dan samping nya adu bacot. Aduan bacot Natasa dan Putri di hentikan suara, perempuan yang bukan lagi remaja dari arah dalam Mansion. keempat, teman Natasa mendongak, melihat siapa yang datang. Keempat teman Natasa, melihat Abella yang terlihat sederhana tapi terkesan sangat mewah. apalagi daster Rumahan yang dia kenakan bukan lah daster murahan. "Lo, ada teman-teman nya Natasa" ucap Abella dengan rama. "Hay, kak!" sapa keempat teman Natasa dengan rama. "Hay" sahut Abella. "Kenapa hanya mengobrol saja?? apa kalian tidak lapar??" tanya Abella. Abella, yang tadi nya hanya menyimak apa yang di perdebatkan Natasa dan teman nya. kini, dia nekat menghentikan nya, karena kalau dibiarkan Natasa akan membuat kesalahpahaman antar teman. Abella dengan sengaja mengalihkan pembicaraan mereka dengan ikut pura-pura tidak tau kedatangan teman Natasa. kini, Abella, tampak sudah bisa mengalihkan pembahasan mereka. Abella dengan sengaja mengajak teman-teman Natasa untuk makan siang bersama di Mansion. teman-teman Natasa tentu saja langsung mau, untuk makan siang bersama. Setidak nya, dimeja makan teman-teman Natasa atau Natasa tidak berani membuat keributan. Abella, hanya berharap Natasa bisa berubah dengan sikap nya yang masih layak nya anak kecil yang ingin dibelikan jajan. Abella, mengajak teman-tekan Natasa ke meja makan, dimana menu makan siang sudah selesai di sajikan. Sedangkan Natasa, dia tampak kesal dengan Abella yang tampak dekat dengan teman-teman nya dan malah kini Abella dan yang lain meninggalkan nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD