Haruskah Lamia memberikan hukuman yang setimpal pada Ruu, yang baru mengabari soal makan malam di rumahnya untuk merayakan hari ulang tahun papanya, pagi hari sebelum acaranya dimulai nanti malam? Walaupun di telepon tadi dia sudah memarahi dan mengeluarkan semua kekesalannya, tapi tetap saja hatinya belum sepenuhnya lega. Hanya saja, Lamia tidak bisa memarahi lelaki lebih lama karena Ruu tadi sedang berada di Bandara dan akan segera landing. Sedangkan dirinya juga harus memutar otak untuk menyiapkan hadiah sebelum nanti malam diperkenalkan secara resmi pada keluarga Ruu. Gugup, tentu saja. Lamia tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan secepat ini dikenalkan sebagai pacar Ruu kepada keluarga lelaki itu. Ruu bilang, bahwa dirinya tidak ingin mengajak Lamia dengan cara seperti ini tapi

