“Apa?!” Seketika mata Sarmila terbuka lebar, padahal sebelumnya dia mengantuk hebat. Namun, setelah mendengar jumlah yang harus dibayarkan malah membuat kantuknya menghilang cepat. Angelo dan wanita kasir itu sampai menatap ke arahnya. Sarmila berkedip-kedip sebentar, dia menyengir kuda karenanya. “Eungh … ta--tadi berapa harganya?” tanyanya kepada wanita cantik yang memasang wajah bingungnya. Bahkan dirinya kembali bertanya untuk memastikan kalau telinganya tidaklah b***k*, siapa tahu memiliki kotoran* telinga yang menyumbatnya. Ah lupakan! Dia ingin memastikan jawabannya. “Untuk harganya saya ulang kembali ya Nona, tiga juta tiga ratus ribu rupiah.” Wanita itu menjawab dengan senyuman lebarnya. Seketika Sarmila sudah bersiap membuka mulutnya, dia ingin protes. Otaknya sendiri berus

