“Iya, Gentala sakit.” “Sakit apa Tante? Kok bisa sakit?” Sarmila semakin memberondong Rosalinda dengan banyak pertanyaan saat itu juga. Dia benar-benar khawatir. Tak tahu kalau Gentala juga bisa terkena sakit. “Kok bisa sakit ya Tan?” tanyanya kembali sambil mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas besar nan canggih di dalam rumah Gentala itu. “Kan anak Tante juga manusia Mil.” “Iya … manusia es kutub selatan,” bisiknya. Tanpa tahu kalau Rosalinda menguping soal itu. Dia terkekeh mendengar ucapan Sarmila. “Jadi anak Tante beruang dong kalau kutub selatan?” “Eh, enggak, enggak gitu Tan.” Sarmila menjadi kalap sendiri, berusaha untuk mengklarifikasi jawabannya. “Enggak ada maksud, Mila ngomong begitu Tan,” imbuhnya dengan sedikit menyesal. “Hahaha, ya sudah. Enggak apa-apa kok, Tante ju

