Lips on Lips

1515 Words

Menikmati malam penuh bintang dengan polusi cahaya yang hampir tak ada menjadi satu pemandangan tersendiri yang selalu wanita itu rindukan selama bertahun-tahun. Dia duduk di sisi jembatan, kakinya terus mengayun di dalam air laut yang dingin dan bergelombang tanpa lelah. Napasnya begitu tenang, menciumi aroma lautan yang segar menjadi satu nuansa ketenangan tersendiri. Dia masih saja menatap rasi-rasi bintang yang bercahaya di langit malam. Terus mengagumi sekelilingnya tanpa lelah selama dirinya sampai di tempat mereka berlibur. Angelo tersenyum melihat Sarmila yang terus menatap langit. Dia juga ikut menatapnya sebentar lalu berjalan menuju Sarmila sambil membawa selimut tipis. Dia lantas duduk di sisi Sarmila dan membentangkan kain tipis itu di atas pundak Sarmila. “Ternyata masih d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD