Sarmila cemberut sepanjang perjalanan pulang. Dia sudah tak berminat berbicara, merasa lelah karena menangis, padahal dia sudah membuat perutnya kenyang. Lama kelamaan dia malah mengantuk, sedangkan Angelo berusaha menyetir dengan baik. Bahaya jika malah terjadi kecelakaan nantinya. Bahkan di layar smartphone miliknya yang menyala pun, terlihat jam yang sudah menunjukkan hampir 12 malam. Itu artinya mereka pulang terlambat. Dia sedikit meringis karena janjinya akan pulang sebelum jam 10 malam. Wanita itu segera turun begitu dibangunkan, menahan kantuk tak bisa membuat dirinya tetap sadar sepenuhnya. Lupa mengucapkan terima kasih dan juga basa basi busuk sedikit untuk Angelo. Angelo hanya menggelengkan kepalanya saja, takjub. Paginya, Sarmila malah ribut sendiri. Dia mendapatkan shift

