Linda masih menatap putra semata wayangnya dengan pandangan lelah namun penuh kasih sayang. Dia sendiri Masih menyayangkan apa yang terjadi antara Tama dan Gentala. "Memangnya mau sampai kamu sendirian? Apa harus menunggu Ayahmu bicara, baru kamu mau menikah?" Pertanyaan Linda sedikit mengganggu pikiran Gentala. "Apa Ibu akan terus memintaku mencari pasangan? Ibu tahu bukan aku tak menginginkan menikah. Seharusnya itu menjadi pertanyaan untuk Suamimu bukan?" sindir Gentala dengan nada dinginnya. Linda hanya bisa menghela napasnya, menatap frustrasi anak dan juga mengingat tingkah laku suaminya. "Lalu maunya kamu bagaimana Tala?" Dia menyerah menghadapi dua orang laki-laki yang tak mau mengalah dan juga saling perang dingin. "Sudah jelas Ibu tahu keinginanku." Gentala melihat ke a

