Permintaan Maaf

1388 Words

Sebuah hembusan angin yang cukup kencang itu membuat Maddalene merasa kedinginan dan menarik jubah miliknya yang ada di atas tas miliknya. Ia pun mengenakan jubah tersebut dan merapatkan tubuhnya pada Adhair yang mungkin juga dapat merasakan suhu dingin itu. Jika Maddalene boleh jujur, dirinya tidak ingin sendirian saat ini. Semua hal yang terjadi sekarang adalah hal yang paling menakutkan baginya. Dimana keadaan Adhair yang tidak kunjung sadar, membuatnya semakin merasa gelisah. Maddalene pun hanya bisa menunduk, memeluk kedua lututnya dan menghadap pada Adhair yang terbaring dengan beberapa luka yang sudah di tutupi oleh daun yang di tumbuk halus oleh Maddalene tadi. “Maddalene?” Dan sebuah panggilan yang terdengar di telinga Maddalene, membuatnya segera menoleh ke arah belakang dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD