"Serius Dom. Kau tidak lelah berlatih gila-gilaan seperti itu?" Dominic tersenyum saat Lowren, teman yang berhasil dia buat di asrama ini menegurnya setelah Dominic baru saja selesai dengan olahraga tambahannya. Mereka baru saja selesai berlari berkilo-kilo dengan membawa peralatan lengkap mereka, namun Dominic dengan tenangnya malah melanjutkan latihan mandirinya dengan menghabiskan waktu bebasnya di ruang kebugaran markas ini sampai cahaya matahari sudah tidak terlihat lagi. "Sebenarnya jika kau sudah terbiasa, latihan yang diberikan Kapten itu tidak terlalu berat. Dia hanya membuat kita lelah, namun tidak pernah sampai ke titik limit kita." "Ya Tuhan Dom. Aku bahkan sampai merasa aku akan segera mati di latihan tadi." Yang lain ikut mengomentari saat Dominic membalas perkataan itu

