Kali kedua Alexa akhirnya sadar, dia berada di ruang rawat pasien dimana hanya ada dirinya yang tertidur di ruangan itu. Cahaya oranye mengintip malu-malu dari celah gorden ruangannya. Alexa ingat dia melahirkan pada pagi hari, ternyata dia telah tidur cukup lama karena kelelahan. Alexa mencoba memerhatikan sekelilingnya karena bosan. Ruangan yang kini dia tempati sekelas ruang VIP. Dengan kulkas, televisi, dan lorong kecil yang terhubung dengan dapur kecil di dalamnya. Alexa masih bingung kenapa dia bisa berada di ruangan seperti ini, saat suara pintu ruangannya yang dibuka seseorang berhasil menarik perhatiannya. Dari arah luar, masuk pasangan tua yang duduk di sebelahnya selama penerbangan Alexa. Keduanya tersenyum lembut, saat di tangan wanita tua itu terdapat makanan yang berbau san

