Dua cangkir yang berisi teh hangat nampak menghiasi sebuah meja yang ada di hadapan Joshua dan dokter Erwin. Dokter Erwin mengajak Joshua ke ruangannya setelah selesai menangani Jennie, sementara itu Joshua terlihat bingung kenapa pria itu sampai mengajaknya kemari. " Jadi begini Joshua, sebelumnya aku ingin tahu apa kau sudah memiliki seorang pacar atau seseorang yang sedang kau taksir saat ini.? " Tanya dokter Erwin seketika membuat Joshua cengo' di buatnya. " Kenapa dokter tiba-tiba menanyakan hal itu padaku.? " " Soal itu, jika benar saat ini kau tidak sedang bersama siapapun, apa kau mau bersama putriku Krista. Bagiku kamu adalah pria yang cocok berada di samping putriku, tapi jika kau sudah memiliki seseorang yang sepesial tidak jadi masalah. " " Suatu kehormatan bagi saya bi

