Joshua termenung di ruang laboratorium, ia menatap dua cairan berwarna ungu di hadapannya dengan tatapan kosong. Pikirannya terus berkecamuk mendengar kenyataan bahwa dirinya bukan anak kandung, Kenapa semua terasa rancu ketika ia mencoba memecahkan kebenaran itu sendiri. " Joshua. " Panggil seseorang berhasil mengembalikan pikiran Joshua dan menoleh ke arahnya. " Iya Prof, ada apa.? " " Sejak tadi kau melamun tanpa menyentuh eksperimen mu, apa kau sedang sakit.?" Tanya Profesor Smith. " Tidak Prof, aku hanya memikirkan soal saudari ku. " " Benar juga, dia masih belum siuma ya. " Joshua mengangguk pelan membalasnya. " Kau tahu, jika orang di katakan mengalami koma sebenarnya alam bawah sadarnya masih bisa merasakan kehadiran orang-orang di sekitar, tapi ada satu kemungkinan ju

