"Widih, udah rame aja." "Ini yang mau kawin mana ya, gak keliatan." "Jadi Zio ceritanya anak angkat Nevan?" Ogik dan Rangga menoleh ke arah Akbar. "Iya juga ya. Si curut gak ada cerita." Ogik menaruh telunjuknya di dagu. "Tu anak punya utang penjelasan, kita tagih ntar malem." "Kenapa harus malem?" Tanya Rangga pada Ogik. Ogik mendekatkan wajahnya dan menutup bagian samping mulutnya. "Sekalian kita kasih hadiah teristimewa dari kita." Kata Ogik dengan pelan. "Oh..." Akbar dan Rangga manggut-manggut. "Sip lah." Ucap Rangga sambil berjalan ke arah makanan yang tersedia tidak jauh dari mereka. ^•^ "Zio kenapa sih ngeliatin terus?" Reya tertawa sembari mencolek dagu Zio. "Mami mau ngapain?" Tanya Zio bingung melihat penampilan Reya yang tengah memakai kebaya serta polesan make-up

