Chapter 15

963 Words
^,^ Nevan dan Reya hampir dibuat tidak tidur semalaman akibat mengurus dan menjaga Zio yang sedang sakit. Pagi harinya, Zio pun dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika Zio hanya demam biasa dan perlu beristirahat dengan cukup. Demi menjaga Zio yang sedang sakit, bukan hanya Reya, Nevan pun sama sekali tidak pergi ke kantor. Saat ini Nevan sedang memangku Zio yang duduk menghadap Nevan. Kadang Nevan sesekali mengajak Zio berbicara dan mengelus punggung mungil Zio. "Mamam dulu, ya." Ujar Nevan sambil mengelus pipi chubby Zio. Zio menyembunyikan wajahnya di d**a Nevan menolak untuk makan. Nevan menatap Reya yang tengah sibuk membuat bubur untuk Zio. Reya mendekati Nevan dan Zio sambil membawa semangkuk bubur yang sudah ia buat. "Makan dulu yuk." Ajak Reya sembari menyentuh tangan Zio. Zio menggeleng. "Ntar kita jalan-jalan deh kalo Zio mau mamam." Bujuk Nevan dan tidak berhasil membuat Zio ingin makan. "Gak kasihan sama Tante Yaya yang udah gendong Zio lama-lama? Tante Yaya capek-capek buat bubur untuk Zio, tapi Zio gak mau?" Zio meremas baju Nevan lalu menoleh pada Reya yang sedang memegang mangkuk berisikan bubur. "Di makan ya, biar cepet sembuh." Zio membuka mulutnya menerima suapan bubur dari Reya. "Mulut Io pahit." Ucap Zio sambil menangis karena ia tidak dapat merasakan rasa dari bubur tersebut selain rasa pahit di mulutnya. "Ntar ilang kok, lagi ya, makan lagi." Reya menyodorkan sendok bubur pada Zio. Sambil menangis Zio membuka mulutnya dan mengunyah bubur dengan mata yang berlinang. ^•^ "Tidur sana," ucap Nevan seraya mengelus puncak kepala Reya. Reya mengangkat kepalanya yang jatuh diantara tangannya yang terlipat dan menggeleng. "Ntar kalo Zio bangun terus minta gendong gimana?" "Kan ada aku." "Tapi kalo mau nya sama aku?" "Zio ngerti. Kayak tadi, dia gak mau makan tapi aku bilang apa gak kasihan sama Tante Yaya Zio mau kan makan? Ntar aku bilang kalo kamu lagi tidur karena capek ngurusin Zio." Reya menyandarkan tubuhnya, "tapi bentar lagi udah sore, kalo aku ketiduran terus lupa bikin makan malem gimana?" "Gak papa, bisa beli makanan di luar. Kamu di sini bukan pembantu, kamu kan calon Mami nya Zio." Goda Nevan. "Apa sih," Reya tertawa dan langsung beranjak untuk pergi ke lantai atas. Reya masuk ke kamar Nevan, bukan ke kamarnya karena ia ingin melihat Zio yang sedang tertidur pulas sambil memeluk boneka singa yang berukuran cukup untuk dipeluk oleh tangan mungil Zio. Reya menarik selimut yang berada di pinggang Zio sampai ke bahu mengelus-elus lengan Zio hingga ia ikut tertidur di samping Zio. ^•^ Reya terbangun dari tidurnya dan langsung mencari-cari keberadaan Zio yang tidak ada di sampingnya, dan juga tidak ada di kamar Nevan. Reya duduk seraya memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing. Reya keluar dari kamar Nevan dan matanya langsung tertuju pada pintu ruang main Zio yang sedikit terbuka. Reya mengintip dari celah pintu dimana ada Nevan duduk sambol memegang buku dongeng dan Zio bersandar di d**a Nevan. Zio terlihat sudah lebih baik dari sebelumnya. Reya masuk secara perlahan dan ternyata kedua laki-laki itu sadar akan kehadiran Reya. "Masih pusing kepalanya?" Tanya Reya sembari duduk di dekat Zio. "Enggak," Reya tersenyum karena Zio mau bersuara karena sebelumnya suara Zio tidak terdengar sama sekali selain suara tangis. "Mulutnya masih pahit?" Tanya Reya lagi. "Sedikit," jawab Zio memegang tangan Nevan yang melingkar di perutnya. Nevan menjauhkan tangannya dari perut Zio ketika Zio ingin beranjak mengambil sebuah buku. "Cukup tidurnya?" Tanya Nevan yang dibalas anggukan oleh Reya. "Hari ini mau makan apa?" Reya balik bertanya. Nevan menatap jam dinding yang menunjukkan pukul enam sore dan masih ada kesempatan untuk Reya memasak makanan. "Gak usah masak, beli di luar aja." Jawab Nevan sambil memainkan rambut Reya yang tergerai. "Yakin mau beli di luar? Gimana kalo rasanya gak seenak masakan aku?" Reya terlihat begitu percaya diri membuat Nevan tertawa. "Gak papa gak enak, daripada kamu capek harus masak?" Reya mencibir ucapan Nevan yang terdengar sangat manis, melebihi madu dan gula. "Papi," Zio memberikan buku edukasi khusus untuk belajar bahasa Inggris pada Nevan. Nevan yang duduk di beanbag sofa turun dan duduk di karpet bersama dengan Reya dan Zio. "Okay, time to study English. " Kata Nevan sambil membuka buku edukasi yang Zio berikan padanya. "What is this?" Nevan menunjuk gambar buah pisang. "Banana," "This one?" "Apple," "This one?" "Pineapple," "This one?" Tanya Nevan lagi menunjuk satu persatu buah-buahan yang ada di buku edukasi Zio. "Mangosteen," Nevan beralih menunjuk Zio, "this one?" "Io!" Seru Zio menunjuk dirinya dengan kedua tangan menempel di d**a seperti lupa jika ia sedang sakit. "And, this one?" Zio mengikuti arah telunjuk Nevan yang mengarah pada Reya. "Mami!" Jawab Zio dengan semangat. Nevan tertawa dan Zio tersenyum lebar membuat kedua matanya menyipit. Reya tersenyum menatap Zio yang tengah mendekat kepadanya. Zio melebarkan kedua kakinya untuk duduk di pangkuan Reya melingkarkan tangannya di leher Reya. "Tante Yaya Mami Io, iya?" Reya menatap sekilas Nevan yang tengah tersenyum kemudian menatap Zio. "Mau nya?" Tanya Reya. "Iya, Tante Yaya Mami Io." Zio memeluk Reya dengan erat. Reya tersenyum membalas pelukan Zio. Zio menoleh ke arah Nevan, "Papi sini peluk Io sama Tante Yaya." Zio menggerakkan tangannya meminta Nevan untuk mendekat. "Kita berpelukan?" Tanya Nevan bangkit berdiri dan duduk di sebelah Reya. Zio langsung mengangguk. "Tante Yaya gak mau dipeluk." Nevan menatap Reya yang hanya diam saja. "Aku gak ada ngomong kayak gitu." Sahut Reya karena apa yang diucapkan Nevan tidaklah benar. "Gak mau peluk, Tante Yaya mau dicium sama Papi?" Reya terbelalak sambil menggeleng. "Oh, Tante Yaya mau." Reya melotot pada Nevan. "Tante Yaya mau dicium katanya." Nevan menunjuk Reya sambil menatap Zio. "Ya udah cium." Ucap Zio menjauhkan tangannya dari leher Reya seolah memberikan izin pada Nevan untuk mencium Reya. "Ih enggak," Reya malah beranjak dan berjalan cepat keluar dari ruang main Zio dengan wajah yang memerah dan itu menjadi bahan tawa Nevan dan Zio.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD