“Pak Djarno memutuskan mencabut kontrak dari Intermezzo.” Rafael mengumumkan berita buruk tersebut di ruang pertemuan. Beberapa orang tampak tak nyaman mendengar pemutusan sepihak. Dana yang dikeluarkan untuk iklan produk Djarno terbilang lumayan berat, terlebih para pekerja yang sudah Rafael kerahkan mulai dari penulis teks, tata rias, model, dan lain-lain. Beberapa orang menampilkan senyum kecut seolah tengah mengunyah buah termasam. Masing-masing mulai mengajukan ide serta solusi agar mereka bisa bermitra kembali dengan Djarno. “Saya tidak bisa menjamin,” kata Rafael dari kursinya. Pandangannya menyapu tiap orang yang hadir di ruangan. “Sepertinya kalau diteruskan nama baik Intermezzo yang akan jadi taruhannya. Sebaiknya kita mencari sponsor atau brand lain yang lebih bonafit.” Seper

