saat selesai dengan urusan nya di Apartemen, Alex mulai memacu mobilnya menuju club terbesar di Bali, tiba di sana dia tidak ongin bermain hanya minum dalam benaknya saat ini. dia merasa sangat naas karena tidak menikah dengan sang kekasih di tengah frustasinya pelayan membaymwakan pesanan seperti biasa wine termahal yang bisa menghilangkan apapun dalam benak pikiran. "hay bro, pengantin baru kenapa harus ada di club malam ini seharus loe bersenang-senang Joe teman sekaligus tempat curhat Alex" . "gue benar-benar sial Joe, kenapa daddy harus menikahkan gue sama wanita itu" kata Alex. "jangan terlalu menghinanya nanti loe jatuh cinta bahaya bisa gila loe kalau dia pergi" kata Joe. "gue gak bakal gila hanya karna wanita miskin dan murahan seperti dia" Alex.
dan setelah bercerita tidak jelas akhirnya mereka tumbang, dan sang pelayan menelpon masing-masing supir untuk menjemput mereka. tiba di Apartemen Felix memecet bel, "Felix, kenapa dengan Alex" tanya Tasya. "tolong bantu saya nyonya, tuan sedang mabuk" kata Felix. dan Tasya membantu Felix mengantar Tasya ke Alex.
saat Felix jeluar Tasya masih sibuk membenarkan selimut alhasih Tasya di tarik oleh Alex, "tolong jangan seperti ini" Tasya.
ayo kita lakukan aku tahu kamu juga menginginkan, Bella" tentu saja hatinya bagai di sembelih pisaubyang sangat tajam, Alex mulai melancarkan aksinya. mencium Anastasya dengan sangat brutal bahkan dia sudah mulai melumat dan menggigit bibir Tasya dengan sangat kasar, Tasya mendesah dalam ciumannya Alex begitu pandai dan lihai Tasya tentu saja tidak munafik dia wanita dewasa dan pastibakan terangsang. hanya saja Alex begitu buru-buru dan membuatnya takut, kini Alex sudah merobak piama tidur Tasya dan tangan Alex turun meremas p******a sebelahkanan Tasya dengan keras, teru meremas dengan gemas, seiring dengan tubuh Alex mendorong kejantanannya ke kewanitaan Tasya yang masih terhalang g-stringnya. ssstt, ahhh, tubuh Anastasya mengejang saat Alex mendorong masuk kejantanannya denga sangat kasar dan brutal.
Alex, lakukan dengan pelan kau menyakitiku, dan pertahanannya pun hilang mahkotanya telah di ambil oleh suami yang tidak mencintainya, enatalah Tasya bahagia atau sedih tetapi dalam hati nya juga senang karena suaminyalah yang pertama baginya.
Ahh, Alex. Tasya tidak bisa berkata lagi saat Alex meremas payudaranya bergantian, padangan nya mulai turun dan melumat payudaya, Tasya menyetak kepalanya kebelakang kerna merasa nikmat sekaligus sakit, karna ini pertama kali baginya.
dengan tempo yang begitu cepat, desahan mereka saling bersahutan. desahan Tasya tak tertahankan lagi saat pompaan Alex begitu cepat dan makin cepat, Alex mengerang di tengkuk Tasya saat merasakan semburan hangat Tasya dan di susul oleh s****a Alex . cairan kenikmatan mereka saling menyembur satu sama lain, Alex mendorong lagi kejantanannya dengan keras pada kewani***n Tasya, tubuh keduanya bergetar dan mengejang nikmatmat meresakan pelepasan mereka berdua. Alex menarik dan menyemprotnya lagi kedalam kewani***n Tasya yang terasa penuh saat ini. dan Alex pun menyelesaikan permainannya kemudia tertidur pulas, karna efek minuman dan juga lelah dia pun tidur tanpa beban.
sedangkan Tasya tentu saja sangat senang sekarang, anggap saja dia bodoh karna memberikan mahkotanya pada orang yang tidak mencintainya, tapi bagi Tasya Alex adalah suami yang di cjntainya. apapun itu akan dia lakukan karna dia sangat mencintai suaminya Alex.
Bersambung...