Eps. 10

435 Words
suanra burung berkicau langit bagi mulai memperlihatkan cerahnya mata hari di pagi hari ini begitu tenang dan indah layak bunga yang baru mekar. begitu juga dengan wanita di samping pria yang sama-sama tidakenggunakan sehelai kain apapun hanya, hanya ada selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua begitu tenang dan tidak terusik dengan apapun yang berbunyi. semakin bersinar cahaya ufuk timur menggelora dan masuk ke cela-cela jendela kamar, sang pria mulai menggerakkan bulu mata nya hingga terbuka dengan sempurna ya dia adalah Alex dan wanita di sampingnya Anastasya. "bangun! kamu terlalu keenakan aku membiarkanmu tidur di kamarku hanya karna kamu beruntung dan anggap saja ini terakhir kalinya kamu tidur di tempatku" Alex. "aku bahkan belum membuka mataku dengan sempurna tapi kamu sudah mengusirku, apa kamu tidak punya perasaan" Tasya. "aku tidak peduli, sekarang cepat bangun sambil bicara alex bangun dan mengambil cek di dalam laci dan menuliskan nominal dalam cek tersebut, jangan terlalu senang aku menodurimu karna aku sangat mabuk ambil ini anggap saja sebagai bayaran" Alex. tentu saja siapa pun yang mendengarnya akan merasakan sakit yang mendalam begitu juga dengan Tasya, sakit sampai jantungnya berberdebar begitu kencang di tengah lamunanya dia di kagetkan oleh bentakkan Alex yang menyuruhnya segera pergi dan Tasya pun bangun namun, tiba-tiba aaahh. ya dia terjatuh karna bagian inti dan paha bagian dalam begitu perih dan sakit sehingga sulit banginya untuk berdiri". "bisakah kamu membantuku Alex, tolong ambil pakianku dan gendong aku ke kamar anggap saja kamu sedang membantu jalang mu" Tasya "cikk, sangat merepotkan pakai dengan cepat aku malas berlama-lama denganmu" Alex. dan Alex mengantar Tasya di kamarnya sehingga drama rumah tangga yang tadi nya tidak ada habis-habisnya kini begitu tenang di kamar masing-masing seperti tidak ada penghuni di Apartemen tersebut kecuali bagian dapur ada seorang maide yang tengah sibuk menyiapkan sarapan dia adalah bibi jane, dia membantu menyiapkan sarapan juga membersihkan Apartemen Alex dan Tasya menginap. di kamar mandi seorang wanita tengah berendam di dalam bathroom dan siapapun yang melihatnya akan merasakan kesedihan tatapan mata yang kosong dan sangat menyedihkan "apa aku bisa bertahan, atau aku akhiri saja sebelum semuanya terlambat, tidak jangan menyerah sekarang aku masih punya banyak waktu untuj membuat Alex jatuh cinta padaku seperti kata daddy" Tasya berbicara dengan diri sendiri sambil memberi semangat untuk tetap bertahan dalam rumah tangganya yang dia rasa sedikit rumit. sedangkan di lain kamar seorang pria sedang begitu menyesal karna sudah menghianati kekasihnya, "haney maaf, aku tidak bermaksud hanya saja aku ingin memberinya pelajaran supaya dia tidak bertahan dalam rumah tangga yang kami jalani" ucap Alex pada dirinya sendiri. selesai mandi Alex bergegas ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu . Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD