Eps. 5

489 Words
di kontrakan, seorang wanita begitu kesal siapa lagi bukan Tasya ya dia sangat kesal karna Alex mengatainya wanita miskin yang matre "kenapa aku harus bertemu dengan pria menyebalkan sepertinya dan kenapa juga jantungku begitu berdebar saat pertama melihatnya ini sangat aneh" Tasya. sambil berbicara sendiri Tasya pun menyiapkan beberapa pakaian yang akan di pakainya saat sudah di rumah tuan Jems nanti dan tidak lupa figuran foto orangtuanya dia juga memasukkan nya di dalam tas, sambil menunggu di jemput Tasya pun bernia membuat makan sederhana ya tentu saja masakan anak kontrakan apa lagi kalau bukan mie goreng rebus yang di bumbui sebagai lauk makan siang. berbeda debgan Tasya, di ruangan yang begitu megah dan elit terlihat suit tubuh tunggi yang sangat gelisi, bagaimana tidak gelisa tentu saja dia sedang memikirkan cara bagaimana menyampaikan hal pernihannya dengan sang kekasih Bella, ya dia adalah Alexander Smith pria yang sedang berdiri di depan kaca besar menghadap kota Denpasar Bali di tengaj lalu langnya kendaraan Alex sedang memikirkan cara memberitahu kekasihnya tentang pernikahannya besok, dia tau Bella tidak akan menyetujui caranya ini sehingga alex pun bertekad untuk menikah terlebih dahulu sebelum memberitahun kekasih. sambil berfikir alex pun mengambil ponsel nya dalam jas dan menelopon sang asisten Felix tuttt... bunyi hp berdering "hallo tuan, ada yang bisa saya bantu" Felix "Felix keruangan saya sekarang" Alex "Baik tuan" Felix dan sambungan telepon pun berakhir tok..tok..tok... masuk! anda memanggila saga tuan "Felix" . "ya, buatkan surat pernyataan montrak dan cari pengacara terbaik, aku tidak ingin menikahi wanita miskin sepertinya aku akan memberitahun pon-poin penting yang harus kamu cantumkan dalam surat pernyataan kontrak itu", Alex. "Baik tuan" Felix sedangkan di kontrakan karna jam sudah menunjukan jam 16.00 sesuai janji bahwa sore hari Tasya akan di jemput body gard Jems kini tiba saat nya Tas menaiki mobil yang menunggu di depan rumah konrakan nya. "tuan kemana kita akan pergi" Tasya, "jangan panggil saya tuan saya supir pribadi tuan Jems panggil saya Leo" jawabnya. "baiklah pak Leo kita sekarang akan kemana" Tasya, kita akan ke mension tuan Jems nona duduklah dan jangan khawatir "Leo". dan mereka pun berangkat dalam diam. sesampainya di mension pribadi tuan Jems, Anastasya pun turun dia begitu takjub melihat kemewahan mension tersebut apa lagi letak nya tidak terlalu jauh karna Jems Smith juga tinggal di daerah Canggu Pererenan Bali. "selamat datang nak kata ibu Alex" Lauren, "Terimakasih nyonya" Tasya, "jangan panggil saya nyonya karna sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga Smith, panggil saya mama sama seperti Alex" Lauren. "baiklah mama" jawab Tasya sambil tersenyum, dan merekapun tiba di ruang tamu di sana sudah ada seorang Wedding Organizer yang sudah menyiapkan beberapa gaun oengantin untuk di coba nya nanti, dan tidak menunggu lama Tasya menemukan gaun yang menurutnya cocok tidak mencolok namun tetap elegant. dan setelah selesai semua persiapan juga sedang di persiapkan team dekor di halaman belakang mension, ya seperti perkataan Alex pernihan yang harus tertutup tanpa undangan lainnya selain keluarga dan kerabat dekat. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD