Anaya merasa ada tangan kekar yang memeluk pinggangnya. Anaya berbalik dan melihat wajah polos riko yang terlelap. Ia bisa merasakan beban yang riko tanggung begitu berat. Ia berjanji tidak akan meninggalkan riko dalam keadaan apapun. Cinta anaya makin bertambah untuk riko. Ia rela melakukan apapun demi kebahagiaan riko. Anaya melepaskan pelan tangan riko dari pinggangnya agar riko tak terusik setelah itu anaya bangkit dan mencepol asal rambutnya. Sejak dari pagi riko tidak ada makan apa apa. Sekarang sudah malam. Anaya turun dan melihat bi laras memasak makanan. "Malam bi" Sapa anaya. "Eh malam non naya" Balas bi laras. "Mau naya tolongin bi?" Tawar anaya. "Gak usah non" Tolak bi laras. "Sayangnya naya gak nerima penolakan bi. Jadi naya bantuin bibi yah" Anaya membantu b

