Chap 5

840 Words
Saat ini tampak di mansion Mark kedatangan Arka dan Salsa, dan juga ada Rima dan Yoga. Sedangkan Abigail dan Adara tidak bisa hadir karna pergi ke luar negeri urusan bisnis. Salsa dan Arka bertekad untuk membawa Anaya ke psikiater jika Anaya masih saja terus mengamuk tidak jelas. Di ruang tamu mereka berhadapan dengan dokter psikiater nya Anaya yang dipanggil oleh Arka. Dokter tampak sedang menjelaskan tentang gangguan yang di idap Anaya. "Depresi atau yang sering disebut trauma di masa lalu membuat bayangan di masa lalu itu bermunculan di pikirannya sehingga membuat Anaya sulit berpikir jernih dan melintas di otaknya bayangan masa lalu yang pernah Anaya alami." "Trauma ini merupakan trauma saat Anaya kembali bertemu dengan seseorang di masa lalunya. Anaya terlalu memaksakan berpikir sehingga membuat otaknya menjadi sulit berpikir dan berunjung dengan mengamuk tak jelas dan menyalahkan dirinya sendiri." "Kita harus mengobati Anaya jika tidak maka ini akan lari kekejiwaannya. Dan sangat fatal sekali, Anaya harus terbiasa melihat gambaran masa lalunya, kita harus membuat seolah olah Anaya acuh atau cuek dengan masa lalunya ini." "Dengan begitu pikiran dan otaknya bisa kembali normal, yang saya takutkan orang di masa lalunya kembali atau bisa dibilang satu sekolah dengan Anaya. Dan ini akan berakibat fatal saat dia berada di lingkungan sekolah, saya takut dia mengamuk di sekolah." "Terus maunya bagaimana dok?" tanya Arka. "Kita akan melakukan terapi mengajak Naya bernostalgia bersama masa lalunya, agar dia tidak terlalu tertekan saat mengingat masa lalunya." "Terapi bagaimana dok?" tanya Salsa. "Terapi dengan mengajak Anaya berbicara lebih seperti berbicara tentang sekolahnya, bermainnya, masa lalunya, dan bahkan keseharian yang ia jalani." "Saya akan memberikan resep dan beberapa suntikan untuk Anaya jika dia mengamuk hanya suntikan cairan penenang saja." Dokter pun memberikan beberapa suntikan dan menyerahkan kepada Rima karna Rima merupakan dokter juga. "Senang bertemu denganmu dokter Alex." Rima berjabat tangan dengan dokter Alex. Dokter psikiater. Dan berpamitan untuk pulang. "Aku cek naya dulu," pamit Salsa kepada yang lainnya. Anaya tampak sangat tenang saat sesudah diberi obat penenang. Naya tertidur begitu pulas. Salsa merasa kasihan kenapa anaknya harus mengalami trauma yang begitu berat apakah masa lalunya sangat jahat kepadanya. * * * * Whitelaw family Tampak sekali Iqbal terburu buru memasuki mansion keluarga whitelaw dengan muka yang sumringah. "MAMAAA!!" pekik Iqbal meneriaki mamanya. "MAMAAA PAPAAA!" "NENEK KAKEK!" Akibat dari teriakan suara Iqbal mereka yang berada di mansion whitelaw pun keluar dari kamarnya dan menuju ruangan tamu. "Lo apa apaan sih teriak gaje gitu!" kesal Surya. "Kamu kenapa teriak teriak Bal?" tanya Shofi mama Iqbal. "Gak bisa kah gak teriak!" kesal Mila. "Ada apa Iqbal?" tanya Gossa nenek Iqbal. "Iqbal tadi ke mall dan bertemu Naya ma, nek," ucap Iqbal senang mereka pun yang mendengarnya terkejut. "Beneran kamu ketemu Anaya?" Shofi tak percaya dengan pernyataan anaknya. "Sekarang naya dimana?" tanya Mila. "Dia baik baik aja kan?" senyum Surya mengembang. "Iya dia baik baik aja, iqbal lihat dia di pusat perbelanjaan di toko sepatu." "Terus kamu ada ngomong sama Naya?" Gossa tampak senang mendengar nama cucunya itu. "Ada cuman..." Iqbal sedikit sedih saat mengingat perkataan Anaya, mereka pun melihat raut wajahnya Iqbal. "Anaya bilang jangan pernah mengganggu kehidupannya lagi atas apa yang keluarga kita perbuat kepadanya." mereka tampak sedih mendengar tuturan Iqbal. "Dia gak maafin kita?" Mila bertanya dan mengenggam tangan Iqbal. Iqbal menganggukkan kepalanya. "Apa yang kita perbuat di masa lalu membuat goresan dihatinya semakin dalam," jelas Iqbal. "Kita terlambat menyadari itu semua," sahut Gossa. "Bagaimana bisa kita buat Anaya kembali lagi?" tanya Surya. "Apa harus kita pindah sekolah biar sama sekolahnya dengan Anaya," tutur Surya. "Iya kita satu sekolah aja sama Anaya biar bisa lebih dekat lagi." Mila tampak senang mendengar tuturan Surya. "Apa mau Naya kembali," lirih Gossa. "Kurasa perbuatan kita di masa lalu lah yang salah," jelas Gossa. "Kita sebaiknya telpon papa sama kakek kamu dan paman kamu biar mereka yang urus gimana Naya mau kembali lagi," jelas Shofi. "Tapi sekarang kita harus cari tahu Naya sekolah dimana," kata Surya. Saat Iqbal akan membuka suara pintu mansion terbuka tampaklah pria paruh baya dengan setelan jasnya dan pria tua. Dan itu adalah papa dan kakeknya Iqbal. "Ada apa ini?" tanya Miko. Mereka menyalami tangan Miko dan Efrat. "Ada apa?" tanya Miko sekali lagi. "Iqbal ketemu Anaya di mall pa, kek," ucap Iqbal sambil menundukkan kepalanya. "Terus gimana dengan Anaya?" tanya Efrat tampak serius, Iqbal pun menggelengkan kepalanya. "Naya bilang gak usah ganggu kehidupan dia atas apa yang kita perbuat." "Kita harus cari Anaya, udah bertahun tahun kita cari gak ketemu ketemu," antusias Miko. "Anehnya kenapa data data Naya sangat sulit dicari beberapa tahun yang lalu," heran Efrat. Karna keluarga anaya sudah lama mencari Anaya. "Iya benar kek, kita udah berusaha mencari tapi gak pernah ketemu," sambung Surya. "Sekarang kita udah ketemu Anaya dan itu memudahkan kita untuk membujuknya lagi," jelas Shofi. Mereka semua paham akan penjelasan Shofi. dan dengan begitu Iqbal,Mila,dan Surya hsrus satu sekolah dengan Anaya. Mungkin dengan jalan begitu Anaya mau memaafkan keluarganya. Atas masa lalu yang kelam yang anaya lewati. Mereka mengakui memang kesalahan mereka tetapi mereka sudah tau siapa pelaku aslinya. Dan ternyata itu bukan Anaya. Dari situlah membuat mereka menyesal telah mengusir Anaya dan menuduh Anaya tanpa bukti yang jelas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD