Riko memasuki ruangan anaya setelah memakai pakaian sterilnya. Riko duduk di brankar tempat tidur anaya sambil mengenggam tangan anaya. Di ruangan anaya hanya ada suara mesin ekg dan keheningan saja. "Kapan sadar? aku kangen kamu" "Nggak ada niatan gitu mau sadar?" "Capek tau ngomong gini terus tapi nggak pernah ditanggepin" "Aku kangen bawelan kamu, kangen semuanya, kamu nggak kangen apa sama aku?" "I miss you" "I miss you too riko" Riko mendongakkan kepalanya melihat ke arah anaya yang tertawa cekikikan. Riko mengusap matanya entah ini bohong atau benar. Anaya tertawa melihat tingkah riko membuat riko semakin percaya bahwa anaya sudah sadar. "Ini kamu?" Tanya riko tak percaya. "Bukan" Ketus anaya. "Aku nanya" "Aku jawab" "Kamu udah sadar?" "Udah" "Dari kapan?" "Dar

