ANCAMAN

1108 Words
Di belakang sekolah "Lepasin tangan gua kak, sakit..." meronta airin Garza yang menarik tangan airin sampai ke belakang sekolah. "ehhh... gua bilang apa? jangan pernah deket sama ajun. gua gak suka" Teriak Garza "Lepas tangan gua kak.... sakit" Tegas Airin sambil meneteskan airmata "Gua gak bakalan lepasin lu, lu emang harus di sakitin dulu biar sadar" ucap Garza "lu bukan siapa-siapa gua, bukan pacar gua, bukan kakak gua, bukan bokap gua. kenapa lu ikut campur urusan gua?. cukup buat nyakitin gua dan kasar kaya gini ke gua. gua gak bakalan tinggal diem kalau lu nyakitin gua lagi" ancam airin sambil menghempaskan genggaman garza yang sudah mengendur. BEL JAM PELAJARAN BERBUNYI airin bergegas untuk masuk ke kelas, ia meninggalkan garza sendiri. airin berjalan dengan tegas sambil menghapus airmatanya. sesampainya di kelas, airin langsung memakai cardigan miliknya karena cengkraman garza tadi meninggalkan bekas memerah. " lu abis darimana aja sih rin tadi sama kak garza?" tanya Rico airin hanya melamun dan memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. dia memikirkan kenapa garza suka menyakitinya dan kasar padanya. padahal airin tidak pernah mencari masalah dengan garza. airin tersadar dalam lamunannya setelah rico menepuk pundaknya "hmm" sambil menoleh ke arah rico "lu kenapa sih? abis ketemun kak garza langsung ngelamun begitu?" tanya rico dengan seksama " gpp gua, ohh iya bu siska bukannya abis melahirkan? jadi siapa yang ngajar sekarang?" tanya airin mengalihkan pembicaraan  " gak tau sih gua, katanya sih anak kelas 3 yang bakal ngasih pengarahan soal study tour yang tiga hari dua malam itu" jawab rico " ohh jadi karena jam pelajaran sekarang kosong di ganti sama pengarahan itu?" ucap airin tak lama setelah itu, murid wanita di kelas airin bersorak gembira karena muncul sosok tampan dan cool, biasanya di sebut dengan badboy. sosok garza yang pemberani dan tampan. sosok yang bisa lembut dengan wanita kecuali ke airin. huuuuuu..... woooooo.....  (sorak anak wanita di kelas airin) "mentor kita selama study tour nanti kak garza ternyata" celetuk salah satu murid wanita di kelas airin " wahhh... pasti seru nih" ucap rena  airin yang melihat garza dengan tatapan sinis seolah tidak menghiraukan ucapan dari teman-temannya. garza yang bisa bersikap profesional dalam menjelaskan apa saja yang akan di bawa dan dilakukan dalam study tour tersebut. " sampe sini ada yang mau tanya gak?" ucap garza " kak jadi kita disana di bagi kelompok lagi? dan pasti ada salah satu kelas 3 di satu kelompok itu?" tanya mala " iya, jadi disana bakal di bagi kelompok lagi. dan masing-masing kelompok pasti akan ada kelas 3 nya untuk mengarahkan dan membantu dalam proses study tour tersebut, dan yang bagi kelompok itu dari guru langsung. jadi kita gak bisa buat milih atau kelas tiga yang pilihin" jelas Garza "Jadi, ini saya udah tulis apa aja yang harus dibawa dan makanan apa yang akan dibawa ya buat di kumpulkan. kalau misalnya kalian mau bawa makanan lain gapapa. soalnya kita kan nanti kaya camping gitu disana" imbuh garza " oke deh kak... makasih " ucap malik BEL PULANG BERBUNYI "OKE, saya rasa udah jelas semua. jadi sampai bertemu besok ya di sekolah jam 05.30 paling lama jam 06.00 WIB" jelas Garza "siapp kak" ucap murid serentak. Airin yang hanya diam saja, langsung membereskan buku dan peralatan sekolah lainnya untuk bergegas di masukan kedalam tas. airin berharap hari ini ia tidak bertemu atau berpapasan lagi dengan garza. " ric, gua duluan ya. kayanya adek gua udh di depan deh." pamit airin dengan tergesa-gesa baru saja airin berharap tidak bertemu atau berpapasan dengan garza, tapi garza sudah menunggunya di depan gerbang sekolah. kemudian airin bergegas untuk mengirim pesan ke adiknya. " dek, jemput kakak di gerbang belakang ya, soalnya kakak males lewat gerbang depan. makasih " baru saja airin ingin berputar ke arah pintu gerbang belakang tiba-tiba amelia memanggilnya "airiiiinn.... rin..." Teriak amelia "aduuuhhh bocah ngapa pake teriak sihh, udah lah gua kabur aja" airin bergeas pura-pura tidak mendengar amelia amelia yang bingung melihat tingkah airin, mencoba untuk menghampiri airin. tapi airin sudah tidak terlihat oleh amelia Garza yang melihat airin terburu-buru langsung berlari ke arah gerbang belakang. Memang Garza sellau memarkir motor gede nya di parkiran belakang sekolah. jadi bisa di katakan airin ingin keluar dari kandang singa malah dirinya sendiri yang menghampirin kandnag tersebut. " Ehhh... Lu ngapa menghindari gua?" ucap Garza sambil bersandar di tembok parkiran tempat airin berdiri airin terkejut sekali, karena garza dapat menemukan dirinya yang bersembunyi.  Garza kemudian menarik tangan airin untuk bergegas naik ke motor gede milik Garza. airin yang sudah meronta ingin di lepaskan tidak dapat melepas genggaman tangan garza. karena terlalu kuat genggaman garza. pada akhirnya airin menuruti garza untuk naik ke motor gede garza.  " mana handphone lu?" tanya Garza " buat apaan handphoe gua?" ucap airin sambil menggenggam handphonenya dengan erat "sini handphone lu" paksa garza sambil mengambil handphone airin kemudian mematikannya Airin telihat pasrah dengan tingkah garza, karena dia tidak ingin malu di hadapan teman-temannya, apalagi garza yang sangat di kagumi disekolah, airin bisa di bully di sekolah kalau tau ia mamaki garza. "mau kemana kita kak?" tanya airin " nanti juga lu tau, kita mau kemana" jawab garza sambil menyalakan mesin motornya "awas kalau lu bawa gua ke tempat yang aneh aneh ya, gua bakal lapor polisi" ancam airin " lu demen banget ya ngancam gua, gua gak bakal nyulik lu juga, udah ikut aja nanti juga bakal tau " ucap garza Saat di persimpangan jalan, Alex dan Garza berpapasan. alex terkejut saat melihat yang ada di motor garza adalah airin. alex bergegas untuk memutar balik motornya, tapi motor garza melaju dengan kencang sehingga alex harus kehilangan jejak kakaknya. alex menepikan motornya kemudian mencoba untuk melepon airin. tapi hanya bunyi operator untuk meninggalkan pesan suara. alex yang panik mencoba menghubungi rico teman dekat airin untuk meminta no garza. " hallo kak rico, ini aku alex" ucap alex dalam telp " kenapa lex?" tanya rico "kak, minta no kak garza punya gak?" tanya alex "punya punya, bentar gua send contact dlu ya" ucap rico "oke kak makasih ya, udh masuk kok" jawab alex "sip-sip, btw ada app...." tanya rico belum selesai bicara sudah diputus oleh alex "hmmm dasar, untung adeknya temen gua lu. kalo bukan gua tampol, udah dimatiin aja telponnya" kesal rico Alex kemudian mencoba untuk menelpon Garza, tapi tidak ada jawaban, alex mengirim pesan ke garza, untuk bertanya kenapa kakaknya bisa dengan dirinya dan kemana mereka. alex putus asa tidak tau harus mencari dan bertanya kesiapa lagi mengenai kakaknya. secara teman sekolahnya pun tidak mengetahui secara detail mengenai garza dan kakaknya. tiba-tiba suara pesan masuk dari handphone alex "tenang aja, kakak lu gak bakal gua apa-apain. gua bakal pulangin dia nanti jam 21.00 WIB "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD