" Lama banget sih sampenya. kita mau kemana? orang tua gua pasti khawatir sama gua kak." kesal Airin
" Bentar lagi sampe kok. santai aja gua udah bilang sama alex kalau gua bakal pulangin lu jam 9 malem." Jawab Garza
" Darimana lu tau no adek gua? Darimana lu tau adek gua namanya alex?" tanya airin
" Darimana nya gua tau itu gak penting. yang penting lu jangan bawel. duduk aja udah anteng. bentar lagi sampe" ucap Garza
" Ngeselin " Gumam Airin
"apaaahhh... ?? gua masih denger loh, lu ngedumelin gua" Ucap Garza sambil tersenyum yang di sembunyikan oleh Helm sporty nya
Garza mulai memasuki sebuah Gedung tua yang cat temboknya sudah mengelupas, di Depan Gedung tersebut terdapat plang yang bertuliskan "PANTI ASUHAN HARAPAN KITA".
Garza mulai memarkirkan motornya di Parkiran panti, yang berada di sebelah kanan pintu gerbang panti. Airin bertanya-tanya kenapa Garza mengajaknya ke panti asuhan ini, apa yang ingin dilakukan olehnya.
"Lu pasti nanya ya dalem pikiran lu, ngapain gua ngajak lu kesini?" celetuk Garza sambil membuka helm sportynya
"iya... kok lu tau? dukun lu ya?" jujur airin
Garza hanya tertawa, sambil membantu melepaskan helm yang airin gunakan. tiba-tiba ada wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka berdua.
"Nak Garza" Sapa wanita paruh baya itu
" Assalamualaikum bunda aisyah, adik-adik udah pulang sekolah bun?" jawab Garza sambil mencium punggung tangan wanita yang disapa bunda aisyah itu.
"sudah sayang, mereka sedang di dalem lagi mau siapin buat makan malam nanti. yuk masuk sayang kita sekalian makan" ajak bunda aisyah
mereka berdua berbincang-bincang sambil berjalan sampai lupa kalau airin ada disana. membuat airin sangat kesal dengan garza, karena tidak mengenalkan dia dengan bunda aisyah.
" Gua segede gini, gak keliatan kali ya, sedih banget gak dianggep kaya angin aja gua" gumam Airin sambil mengikuti garza dari belakang
Kemudian airin duduk di sofa ruang tamu, ruangan itu begitu ramai banyak anak kecil berkeliaran disitu. anak kisaran usia 6 sampai 12 tahun. Beberapa anak menghampiri Airin untuk mengajaknya bermain.
"Kakak cantik, ayoo main sama kami di Taman yuk" pinta anita, anak usia 7 tahun
" ayukk. main apa sayang?" tanya Airin sambil mengelus pucuk rambut anak tersebut.
"main petak umpet aja yuk kakak cantik, kakak yang jaga ya. kakak nyari kami. gimana?" ucapa randi
" boleh.. ayoo sayang kita ketaman" ajak airin
Disaat airin bermain dengan adik-adik kecil yang lucu itu, satu sisi ada Garza yang masih berbincang dengan bunda aisyah sambil melihat ke arah airin dengan tersenyum kecil.
"Dia kekasihmu nak?" Tanya bunda Aisyah
" Bukan bun, tapi dia yang sedang aku perjuangkan. aku ingin bersama dengan dia sampai tua. dari awal pertemuan ku dan dia, entah kenapa aku sudah menyukainya. tapi aku tidak berani untuk bilang padanya. jadi yang aku lakukan seperti kasar terhadapnya bunda" Ucap Garza kemudian menoleh ke arah bunda aisyah
bunda aisyah tersenyum melihat Garza, ia yang begitu mengenal Garza menyadari kalau Garza memang sangat menyukai Airin. karena baru kali ini Garza mengenalkan seorang wanita ke dirinya.
"Kak Garza, ayoo kita main. kakak cantik gak sehebat kak garza kalau main" ucap Nanda sambil menarik tangan Garza
Garza yang mengikuti langkah kecil Nanda membuatnya ingin meledek airin.
" ohhh jadi kakak cantik ini gak bisa untuk bermain ya?" ledek Garza
" aku bisa kok main, kamu meremehkan aku?" kesal Airin
" kamu main petak umpet sama anak kecil aja bisa kalah begini, jaga mulu" Ledek Garza lagi
" kan aku mengalah sama adik-adik" ucap Airin sambil memanyun kan bibirnya dan membuat Garza ingin mengulum bibir tersebut.
" sini biar aku yang ajari, Nanda yang jaga ya sekarang" Ucap Garza sambil menarik lengan Airin
Tidak Terasa makan malam sudah siap, Bunda aisyah memanggil adik-adik untuk segera masuk untuk makan malam dan untuk solat berjamaah. mereka pun makan bersama di meja makan. suasana disana sangat hangat dan nyaman membuat airin lupa waktu. setelah makan malam dan solat berjamaah. Airin duduk di sofa untuk menonton televisi, tiba-tiba bunda aisyah mendekati airin.
"Nak, maaf bunda belum tau nama kamu" Sapa Bunda
"maaf bunda saya lancang tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu" jawab Airin
"bunda yang minta maaf, karena terlalu asik ngobrol dengan garza sampai lupa dengan kamu" Ucap Bunda sambil tersenyum manis
" saya airin bunda, adik kelas kak garza" ucap Airin.
"bunda aisyah" jawab bunda " kamu bisa panggil bunda saja gpp. sama seperti adik- adik disini" imbuh bunda aisyah
"Garza donatur disini nak, dulu mendiang orang tua garza adalah donatur disini. dan sekarang dia yang meneruskan" Jelas bunda Aisyah sambil menoleh ke arah airin yang mendengarkan dengan seksama
"maaf bunda, tadi bunda bilang mendiang orangtua garza? apa orang tua kak garza sudah meninggal?" tanya airin penasaran
"ia, orang tua garza meninggal saat garza usia 8 tahun. karena kecelakaan, jadi garza hanya tinggal sendiri dan usaha orangtuanya juga di urus olehnya, kadang bunda kasian sama garza. karena dari kecil ia sudah berjuang sendiri, makanya garza kadang suka tidur disini, dan usaha orangtuanya sementara di pegang oleh orang kepercayaan orangtuanya sampai garza usia 18 tahun" Jawab bunda aisyah
"ohh iya, sebentar lagi Garza ulang tahun yang ke 18 tahun. dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya, karena itu adalah hari dimana orang tuanya meninggal. jadia garza gak pernah untuk merayakan ulang tahun lagi". Imbuh bunda aisyah
Terdengar suara langkah kaki dan muncul sosok tampan dari arah tangga Gedung tersebut.
"ehh bunda disini, garza cariin. mau pamit, garza mau nganterin airin pulang dulu" Pamit Garza
" ohh iya lupa kan tadi kenalin airin, ehh bunda udah kenal duluan". Imbuh Garza sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"iya, kamu ini bukannya kenalin dulu airin, malah gak dikenal kenalin" ucap Bunda aisyah sambil mencubit pelan pinggang garza
Garza tertawa " Iya maap bun, namanya lupa kan gak inget".
" yaudah yuk rin, gua anterin pulang. udah jam setengah delapan juga. takut nanti orang tua lu cariin. soalnya gua tadi bilang ke alex jam 9 udh gua pulangin lu" ucap Garza
" yaudah sana, nanti kemaleman nganterin airinnya, hati-hati ya nak di jalan. jangan ngebut. kamu nanti tidur sini apa di appartment?" tanya Bunda aisyah
" kayanya aku di appartment bun. soalnya ada berkas yang harus di tanda tangan sama aku, lagi juga kan besok aku ada study tour. jadi gak mungkin juga aku besok tanda tanganinnya". jawab Garza
" ohh gitu, yaudah kamu ati-ati besok ya. jangan lupa kabarin bunda kalo udah sampe ya. " Pinta bunda
" siap boss" ucap garza sambil hormat
tingkah garza yang manja dengab bunda aisyah membuat airin bertanya-tanya mengenai sisi lain garza ini. Garza yang ia kenal di sekolah berbeda empat ratus derajat. Dan tingkah Garza ini membuat airin cukup gemas dengan tingkah garza.
" yaudah bunda, saya sama kak garza pamit ya bun" pamit Airin
" iya nak, kamu hati -hati ya, kalau garza nakal atau macem-macem. cubit aja pinggangnya" ucap bunda aisyah
PUKUL 20.30 WIB
Di depan Rumah Airin
" Udah sampe deh kita" Ucap Garza dengan lembut
" iya, makasih ya kak udah nganterin aku pulang, mau mampir dulu gak?" tanya Airin
" gak usah rin, udah malem juga. lu pasti capek juga kan gua ajak ke panti" Ucap Garza
" gak kok kak, gak capek gua. slow aja" ucap airin
" yaudah gua pamit ya, bilangin sama alex kalo kakaknya udah gua balikin tepat waktu". Pamit Garza
" Oke kak, kalo sampe kabarin gua ya kak " pinta airin
" iya, yaudah balik ya gua. Night" ucap Garza sambil menyalakan mesin motornya.