KEBENCIAN

721 Words
buk... "maa...maaf. aku gak seng..." ucapan airin terpotong saat melihat kearah orang yang ia tabrak.  "kamu gpp rin?" tanya ajun "ehhh,,, za. lu abis nonton juga sama berliana?" ucap ajun saat melihat orang yang ditabrak sama airin.  "iya nih jun, gua abis nonton horor suster keramas tadi. ini lu mau kemana sekarang? double date lah yukk..." ucap berliana sambil merangkul lengan berotot garza "ohhh gua juga abis nonton itu tadi sama airin. gua sih mau makan sama airin di restaurant korea sih. ayooo kita makan bareng aja." jawab ajun sambil menggandeng tangan airin. airin yang diam terpaku karena ia takut dengan garza dan ia mengingat kejadian saat disekolah membuat tubuhnya gemetar.  mereka masuk ke sebuah restaurant ala korea, airin duduk berhadapan dengan garza dan bersebelahan dengan ajun. ajun dan berliana asik grill daging nya, kemudian sesekali ajun menyuapi daging dengan selada ke airin.  hal itu membuat garza makin menatap airin dengan tatapan cemburu. garza marah jika airin dekat dengan laki-laki lain selain dirinya, padahal mereka belum juga berpacaran tapi garza sudah cemburu. tanpa sengaja ajun menjatuhkan daging dan mengenai baju airin, kemudian airin ketoilet untuk membersihkan bajunya yang kotor tersebut.  "kak.. aku ketoilet dulu ya.." pinta airin "maaf ya rin, mau di temenin gak?" tanya ajun "gak..gak usah kok kak" jawab airin airin membersihkan bajunya dengan hati-hati dengan air yang sebisa mungkin sangat sedikit karena ia memakai baju yang cukup tipis sehingga jika terkena air maka akan terlihat bra merah dengan renda. saat selesai membersihkan, untung saja airin memakai blezer sehingga tidak terlalu terlihat bra nya tersebut. saat airin melangkah keluar toilet tiba-tiba ada tangan yang cukup besar dan lengan yang berotot menarik dirinya ke salah satu bilik di toilet pria yang kosong. pria itu mencium bibir airin dengan sangat brutal. airin yang meronta dan mendorong d**a pria itu, tapi apalah daya kekuatan airin kalah dengan kekuatan pria itu. "lepasss.... lepasin kak.." ronta airin "ngapain lu jalan sama ajun?" kesal garza "terserah saya mau jalan sama siapa. emang kaka siapa ngelarang saya?" tanya airin sambil mengelap bibir nya garza yang marah mendengar ucapan airin semakin menggila, ia mencengkram dagu airin dengan kuat dan menciumnya lagi, tangan garza memegang tengkuk leher airin. ia mengulum bibir airin tanpa ampun sampai airin seakan kehabisan nafas. kemudian ia mendorong d**a bidang garza. "kak... apaan sih" teriak airin "ngapain aja lu di bioskop?" tanya garza kepo "kissing kaya tadi?" introgasi garza airin hanya diam memaku mendengar pertanyaan garza seolah garza tau akan perbuatan ajun saat di dalam bioskop. toilet itu memang cukup sepi karena waktunya yang sudah cukup malam jadi tidak terlalu banyak pengunjung yang datang. tanpa menghiraukan pertanyaan tersebut garza membanting pintu toilet tersebut dengan cukup keras seakan sudah tahu apa jawaban airin. airin tersentak dan menangis, badannya gemetar. setelah cukup tenang airin menghapus airmatanya dan merapihkan rambutnya yang sedari tadi sudah berantakan karena tingkah garza yang cukup brutal. "maaf kak lama, soalnya tadi toilet cewenya ngantri" ucap airin "lama apaan dah, orang tadi gua ke toilet sepi gitu" jawab berliana dengan sinis "i-iya kak tadi.." ucapan airin terpotong ketika garza memakaikan jaketnya ke airin karena walaupun airin memakai blazer tapi warna bra nya cukup kelihatan karena baju airin yang basah. ajun dan berliana melihat tingkah garza yang sangat tiba-tiba. berliana yang kesal menatap sinis airin. tak berapa lama mereka selesai makan, saat mereka ingin pulang. garza sudah membayar makanan mereka semua.  Ajun yang tidak membawa jaket seperti menyesal karena tidak membawanya. jadi ajun membiarkan airin masih tetap memakai jaket garza yang terlihat kebesaran itu.  "bro... gua balik duluan ya, makasih loh traktirannya" pamit ajun.  "oke" jawab garza dengan suara beratnya. pukul 22.45 WIB airin dan ajun sudah sampai di rumah airin, airin mengucapkan terima kasih pada ajun karena telah mengantarnya pulang, ajun kemudian melajukan mobilnya saat ia melihat airin sudah masuk ke pintu gerbang rumahnya.  "bun, airin pulang" salam airin dengan wajah yang lelah. "kamu udah makan kak?" tanya bunda "udah bun tadi, airin mandi dulu ya bun" ucap airin sambil berjalan menaiki tangga "yaudah, abis mandi langsung tidur ya" ucap bunda  airin pun mandi, ia memikirkan kejadian saat Garza menciumnya secara brutal. tubuhnya seketika gemetar karena ketakutan dengan sikap garza yang selalu kasar seperti cemburu. airin yang sangat membenci garza karena sikapnya yang suka seenaknya dan semena-mena terhadap dirinya membuat ia marah dan kesal. hal yang dilakukan garza membuat airin semakin membenci garza.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD