Sinar matahari masuk melewati celah dari horden yang berhimpitan, sehingga cahaya itu menyilaukan mata gadis cantik yang masih tertidur di ranjang empuk yang berwarna serba coklat tersebut.
Alarm berbunyi menunjukan pukul 06.30 pagi. Hari ini ayah airin pulang dari rumah sakit. Ia sangat senang sekali setelah seminggu ayahnya di rumah sakit dan membuat suasana rumah jadi sepi karena tidak ada acara dinner bersama semenjak ayah di rumah sakit.
Tiba-tiba sebuah handphone airin bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk.
"Rin, jangan lupa ya malam ini. Kakak jemput di rumah kamu jam 19.00".
Pesan singkat itu membuat senyum airin merekah dan menambah cantik wajahnya, walau bangun tidur airin tetap cantik dengan rambut yang masih sedikit berantakan.
"Aaaazzaaaaa.... Ini gak salah baca kan gue, kak ajun ngajak jalan. Aduhhh pake baju apa ya buat nanti malam..?" ucap airin sambil melihat lemari pakaiannya. "ahh sebelumnya gue jemput ayah dulu deh di rumah sakit, bangunin alex ahhh biar dia yang nyetir". sambil berjalan menuju kamar alex yang berada di seberang kamarnya.
Tok...tok...tok...
airin mengetuk pintu kamar adiknya yang masih tidur, sudah 5 menit airin berdiri depan kamar alex tapi tidak ada jawaban di dalam. kemudian airin langsung membuka kamar alex yang tidak terkunci. airin mendapati adiknya masih tertidur pulas di atas ranjangnya dengan selimut yang entah sudah berada dimana. airin mulai membangunkan alex dengan menggoyang-goyangkan tubuh alex.
"dek.. bangun. ayooo kita jemput ayah sama bunda, kamu yang nyetir ya.. soalnya pak tarno masih izin, pak min juga gak bisa katanya istrinya mau melahirkan" ucap airin sambil menggoyangkan badan alex
alex hanya mengolet dan berdehem saja. airin yang mulai kesal, akhirnya meninggalkan alex dan pergi kekamarnya untuk mandi. kemudian airin membuatkan sarapan untuk mereka berdua.
semenjak ayahnya di rumah sakit, airin yang selalu memasak untuk mereka berdua, karena sifat alex yang manja tidak ingin memakan masakan dari orang lain selain dari ibu dan kakaknya. kemudian airin memanggil alex dari dapur.
"aleeeeexxxx.... ayoo sarapan, kakak udah masakin telur orak arik kesukaan kamu. kalo kamu gak turun kakak abisin ya" ucap airin. makanan adalah cara yang ampuh untuk membangunkan alex. karena alex sangat suka makan telur orak arik buatan airin. masakan yang simple dan juga cepat dan rasanya enak.
"iya.. alex turun kak. abis mandi tadi" jawab alex yang sudah berpakaian rapih dengan kaos putih dan cardigan dan memakai celana panjang warna biru navy yang sama dengan cardigannya dan memakai sepatu convers warna putih.
mereka pun makan bersama-sama, setelah selesai mereka siap-siap untuk berangkat menjemput orangtuanya. Ayahnya masih harus beristirahat di rumah sampai beberapa minggu kedepan dan tidak harus menjaga pola makan.
pukul 18.30
Airin sudah bersiap-siap untuk rencana perginya dengan kak ajun, ia memakan rok diatas lutut, memakai kaos warna putih dengan blazer warna senada dengan roknya yaitu warna nude, dengan tas selempang kecil. airin juga memakai riasan yang tidak begitu mencolok, hanya memakai lipbalm dan rambutnya di biakan tergerai menambah kesan feminim.
tiba-tiba suara klakson mobil di depan rumahnya.
"bun, airin pergi dulu ya. mau pergi sama kak ajun" pamitnya..
"ihhh kakak... cantik banget sih, mau date sama pacarnya ya?" ledek alex..
"apaan sih, orang kakak kelas kaka itu, mau ke toko buku sama nonton doang kok" ucap airin sambil mengacak-acak rambut alex yang sedang memainkan game kesukaannya
"kakak...." teriak alex sambil merapihkan rambutnya.
ayah dan bundanya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anaknya yang selalu seperti tom and jerry kalau dirumah tapi saling menyayangi.
"nak, jangan pulang malam- malam ya, jam 11 harus udah dirumah" ucap ayah yang duduk sambil memakan buah yang dikupas bunda.
airin hanya menoleh dan tangannya seperti sedang hormat. airin kemudian berlari kecil membuka pintu gerbangnya dengan tersenyum airin melihat ajun yang sudah berdiri diluar sambil bersandar di pintu mobil. Ajun yang terpesona melihat kecantikan airin hanya tersenyum.
"aku pamit ke orangtua kamu dulu gak?" tanya ajun
"gak usah kak, soalnya ayah baru pulang drai rumah sakit. jadi takut nanti malah ngobrolnya kelamaan, tadi aku udah pamit kok sama ayah sama bunda" jawab airin
"ohhh begitu, yaudah yukk kita langsung jalan aja" ucap ajun sambil membukakan pintu mobilnya untuk airin.
"makasih" ucap airin yang diperlakukan seperti putri oleh ajun. ajun juga memakaikan seatbelt airin dengan lembut membuat jantung airin seperti ingin keluar karena jarak wajahnya dengan ajun sangat dekat sekali sampai airin seperti menahan nafasnya.
akhirnya mereka sampai di sebuah mall di pondok indah, mereka mencari buku bersama. ajun mencari buku komik dan majalah otomotif setelah itu mereka menuju bioskop untuk menonton film bersama, mereka memutuskan untuk menonton film horor. saat di bioskop mereka menonton dengan serius, ajun yang menonton sambil memakan popcorn. suara yang terdengar di bioskop sangat mencekam sehingga membuat airin takut dan memegang lengan ajun dengan cukup kuat.
"aaaahhhhhh...." teriak airin sambil mengalihkan wajahnya menghadap ke ajun. seketika airin tersadar kalau ia menggenggam tangan ajun dengan cukup erat. ajun kemudian menenangkan airin dengan mengelus kepala airin.
"heiii... kamu takut? gpp hantunya udah gak ada kok" ucap ajun menenangkan
"eehhh.. maaf kak, saya gak mak..." ucapannya terputus karena seketika ajun menempelkan bibirnya di bibir airin. awalnya hanya mengecup bibir ranum airin. airin tersentak dan hanya diam terpaku. saat itu memang yang menonton tak begitu ramai. kemudian ajun mengulum bibir airin, tangannya memegang tengkuk leher airin menambah keintiman mereka. airin tanpa sadar mendorong ajun dengan kaget.
"kak..." kaget airin
"ma...maaf rin, aku gak tahan liat bibir kamu yang menggoda" ucap ajun
"jangan kaya gitu lagi kak" ucap polos airin
"kamu baru pertama kissing?" tanya ajun
airin hanya diam saja lalu melanjutkan menonton film tersebut, fikirannya entah kemana. film pun berakhir. suasana jadi canggung antara mereka berdua, tapi ajun bisa mencairkan suasana. kemudian ajun mengajak airin untuk makan di sebuah restaurant ala korea. saat ia ingin keluar dari bioskop tiba-tiba airin menabrak seorang pria. airin kemudian meminta maaf pada pria itu tapi pria itu terlihat sangat marah.