CEMBURU

800 Words
Jam pulang sekolah sudah berbunyi, airin bergegas untuk pulang dan kemudian pergi ke rumah sakit karena ayahnya terkena serangan jantung. Alex sudah menunggu airin di depan gerbang sekolah. "Kak... gua udh di dpn. Cepetan ya... bunda udh telp terus nih" message alex "Ya... bawel. Ini juga lagi jalan" sambil berjalan cepat setelah sampai di depan gerbang. Airin tidak melihat alex berada di gerbang. Ia hanya melihat motor alex saja yang terparkir di dekat penjual es kelapa. Airin menelpon alex tapi tidak ada jawaban. Airin kemudian menanyakan keberadaan alex pada penjual es kelapa. Belum selesai airin bertanya pada penjual es tersebut. Tiba-tiba alex datang, wajahnya terlihat banyak luka dan memar. "Ka..." panggil alex sambil memegang sudut bibirnya yang terdapat darah segar. Airin menoleh dan menghampiri alex yang terduduk di kursi dekat penjual es kelapa. "Kamu kenapa dek? Kok jadi babak belur begini.. abis berantem sama siapa kamu?" Tanya airin. "Gpp kak, abis jatoh aja. Tadi aku mau cuci muka cuma kepleset. Trus kepentok sudut wastafel" bohong alex "jangan bohong kamu. Kakak tau kamu ya. Gak mungkin jatoh trus kepentok tapi begitu. Jawab gak? Siapa yang buat kamu kaya gini?" introgasi airin. "Udah lah kak. Ayoo pulang. Bunda pasti khawatir. Ayah kan di rumah sakit juga" ucap alex sambil menahan perih di bibirnya. "ohhh iya ayah. Ayoo kita jalan. Nanti di rumah kakak obatin itu luka kamu" ajak airin Dengan perlahan airin membantu alex bangun dari tempat duduknya. Alex memakaikan airin helm. Airin tidak sadar kalau ada yang memperhatikannya di depan gerbang sekolah airin. Alex menyadari kalau ada yang memperhatikan tingkah alex di depan gerbang sekolah kakaknya. Tatapan matanya berubah menjadi emosional. "Heeeehhh... liat apaan sihh kamu" sambil menepuk pundak alex dan kepalanya mencari cari orang yang sedang di perhatikan alex. " gak ada kak. Ayooo jalan kak" ucap alex. Satu jam kemudian, mereka sampai di rumah. Airin bergegas mengambil kotak P3K di atas laci ruang tamu. Kemudian menarik alex untuk duduk di sofa. " sini... sebelum kamu ganti baju dan kita pergi lagi buat ke rumah sakit. Kakak obatin dulu luka kamu. Biar bunda sama ayah gak khawatir" ucap airin " aduuuuhhh sakit kak. Pelan-pelan dong. Kaya preman banget bersihin lukanya" sambil memasang wajah cemberut. "lagian bisa sampe begini coba. Sms kakak suruh buruan. maksud kamu.. buat liat kamu luka-luka begini?. Kamu gak kasian sama bunda sama ayah? Masih aja suka berantem. Apa untungnya sihh dek?" Omel airin. "aku gak berantem kak. Aku cuma jatoh aja tadi." Ucap alex "Maaf ya kak, aku bohong sama kakak. Aku gak mau kakak khawatir sama aku. Kalo sebenernya aku berantem sama orang yang suka sama kakak" ucap alex dalam hati. " yaudah sekarang ganti baju. Ayoo cepet kita ke rumah sakit" ucap airin sambil menaruh kotak p3k di laci. "kak.. aku mau nanya dehh sama kakak, di sekolah kakak baik-baik aja kan?" Tanya alex. " ya baik-baik aja. Emang kenapa? Kok nanya begitu" jawab airin sambil berjalan kearah tangga. "Gapapa.. yaudah ganti baju sana" ucap alex. Tak berapa lama mereka pun pergi ke rumah sakit. Kali ini alex membawa mobil. Karena alex sekalian menjemput bundanya pulang. "Airin, alex... kalian lama sekali sihh. bunda khawatir kalian kenapa napa." Cemas bunda "Gapapa bun. Cuma tadi macet banget soalnya. Tadi alex bawa mobil. Biar bunda sekalian pulang dlu. Soalnya bunda pasti belom mandi kan" ucap alex sambil tersenyum. "Ayah gimana bun keadaannya? Kok bisa sampe gitu?" Tanya airin sambil melihat ayahnya yang sedang tertidur. "bunda juga gak tau. tadi pak rano sekretaris ayah nelpon bunda. Bilang kalo ayah di rumah sakit. Karena serangan jantung". Ucap bunda "bunda langsung aja ke rumah sakit. Minta tolong sama pak min sopir ayah buat nganterin bunda" sambung bunda lagi. "Pak min bun? Lah supirnya ayah bukannya pak tarno?" Tanya airin "pak tarno lagi izin pulang kampung. Soalnya anaknya sakit. Jadi pak min yang gantiin sementara pak tarno". Jelas bunda. Alex mengajak airin dan bunda untuk pulang terlebih dahulu. Karena alex tidak ingin bundanya terlalu lelah. Sampai dirumah.. "nak, kamu kenapa? kamu abis berantem sama siapa? kok wajah kamu seperti abis berantem? " tanya bunda (tersenyum) "gapapa bun.biasa cowo" jawab alex sambil naik ke atas menuju kamarnya. saat di kamar alex pun merenungkan, kejadian yang tadi siang terjadi padanya. ia bertanya - tanya pada dirinya apakah laki - laki tersebut suka terhadap kakaknya. padahal kakaknya baru kelas satu, masa sudah ada yang mendekatinya saja. alex berasa khawatir terhadap kakaknya, walau alex masih dibilang seperti bocah. tapi fikirannya sudah dewasa, ia di ajarkan oleh ayahnya untuk berfikir dewasa. lamunan alex terhenti ketika ada seseorang yang tiba - tiba tiduran di ranjang tidurnya.  alex terkejut "kakak...." teriak alex " ihhh... kaya hantu aja kak... tiba - tiba nongol " lanjut alex airin hanya tertawa melihat wajah alex yang terkejut.  "mikirian apa sihh dek?" tanya airin "gak mikirin apa - apa kak." jawab alex "apaan gak mikirin apa - apa... orang kakak ketok pintu kamu gak jawab. mikirin jorok ya?" sambil mencubit pipi alex "ihhh... kakak.. sakit. suuzon aja sih " kesal alex
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD