Cahaya senja membias indah dari balik jendela kecil itu, membawa serta kehangatan dari ruangan tanpa penghangat. Tatapan mata kosongnya terus mengarah pada hamparan rumput yang tumbuh dengan liar, tak jarang embusan angin menerbangkan rambutnya yang terurai berantakan. Chloe mengerjap ketika angin malah berembus kencang, membawa debu dan membuat matanya perih. Ia berdeham beberapa kali, baru menyadari tenggorokannya yang mulai kering. Tangan lemahnya merambat, mencoba meraih segelas air di atas meja kecil. Ia meringis lemah ketika menyadari bibirnya yang terluka menyentuh air, tetapi tetap menenggak habis air di dalam gelas tersebut. Punggung dan pinggangnya sedikit nyeri, tendangan Sammy kemarin sore tidaklah main-main. Sekalipun kakinya cedera, tetapi tenaga pria itu masihlah sama kuat

