Bab 9 Melarikan diri tidak identik dengan Kebebasan

2471 Words

Seorang pria berambut pirang menjadi hal pertama yang Sonia lihat ketika dia membuka pintu, keningnya mengernyit. Sonia menutup pintu perlahan, kemudian mendekat pada pria tersebut. Pria itu tampak menatapnya canggung, bahkan terlihat sekali dia hendak pergi. “Kau mencari seseorang?” tanya Sonia. Pria itu menatapnya, lalu melirik pada rumah di belakang Sonia. Dia mengangguk, “Saya ingin bertemu dengan ... “ belum sempat pria itu berkata, Sonia sudah lebih dulu menyela. “Kau pasti ingin bertemu dengan putriku!” ujar Sonia antusias. Matanya bahkan terlihat berbinar dengan senyum lebar di bibir merahnya, dia menepuk pundak pria muda itu dengan ramah. "Kau tampan sekali,” pujinya. Pria itu tertunduk malu, dalam hatinya bersorak gembira karena ibu dari kekasihnya memperlakukan dia dengan b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD