Cia gadis Sma bertubuh pendek, wajahnya bulat lucu serta rambut panjang berponi yang menambah kesan mengemaskan. ia mendapat julukan cewek kawai di kelasnya. Banyak teman laki-laki atau kakak kelas yang menyukai ingin menjadi pacarnya, namun semua di tolak termasuk kevin kakak kelas pintar idaman semua gadis.
Seperti biasa di sela jam kosong cia menonton siaran langsung erik chanel. cowok ganteng berkulit kecoklatan itu gemar sekali membut conten mukbang di mana ia biasanya menghabiskan daging dengan porsi tak wajar.
Erik juga yang menjadi alasan cia tidak menerima cinta siapapun, karna diam-diam mereka adalah sepasang kekasih. Erik tak mau banyak followers nya tau.
"Hei... Cia? " Panggil kevin
Cia menoleh, "apasih kak ganggu aja, kakak bolos jam pelajaran? "
"Enggak dong, kita sama-sama jam kosong jadi kakak pengen liat kamu, " Ujarnya duduk di sebelah cia, "kamu nonton apa sih? " Tanya nya mencondongkan tubuhnya.
"Konten mukbang...hmmm sepertinya daging ini enak, "
"Ohh... Youtuber eric chanel ya? " Angguk kevin, “dia tidak pernah menulis caption daging apa yang dimakan. "
"Benar, tapi katanya itu daging premium dari kampung halamannya, " Jelas cia.
Kevin mengerutkan dahi, "dari mana kamu tau, dia tidak pernah mengungkapnya? "
"Aku pernah bertemu dia secara langsung, jadi aku tanyakan. "
Kevin tertawa pecah, "kenapa sih kamu suka banget... Padahal dia cuma ganteng sisanya rakus, beda kalo sama aku ganteng dan pintar"
***
Gadis berseragam berlari menuju halte sosok lelaki berbaju serba hitam mengunakan masker dan topi menunggu menyandarkan tubuhnya di salah satu kursi.
" Kakak nunggu lama? "Tanya cia tersenyum manis, sosok itu tak menjawab ia menepuk bangku di sebelahnya agar gadis itu cepat duduk.
" Kamu masih dekat sama kevin? " Tanyanya dengan tatapan elang.
Erik tidak suka jika cia berdekatan dengan kevin atau teman cowok lain. Terkadang peraturan itu terlalu menekannya karna ia membutuhkan kevin sebagai guru privatnya juga.
" Dia sudah punya pacar jadi kami jaga jarak," Ungkap cia meremas rok bu-abunya,"jadi kapan kakak ajakin cia makan daging premium? "
"Sekarang kakak belum ada stok kiriman daging, jadi kita makan yang lain aja gimana? Hmm," Tanya eric memcubit pipi chubby pacarnya
" Bagaimana kalau kita beli ramen terus di masak di rumah kakak? Aku penasaran belum pernah liat rumah kakak, "
"Jangan deh... Kakak malu rumah itu gak sebagus yang kamu kira nanti aja kakak tunjukin rumah di kota. "
"Padahal kita udah pacaran 2tahun tapi kakak masih misterius. "
"Cia!!! " Teriak kevin berlari mendekati keduanya. Jantung cia semakin berdegup takut jika erik mencurigai jika ia berbohong.
Kevin memperhatikan erik dari atas hingga bawah, cekatan ia menarik pergelangan tangan cia, " Siapa itu? " Bisiknya.
"Aku teman cia, kamu yang namanya kevin ya? " Eric menjulurkan tangan
"Maaf ya ibu cia sudah menunggu, kami gak ada waktu! " Kevin menarik cia agar ikut bersama nya. Gadis itu meronta meminta untuk di lepaskan sesekali ia melirik wajah erik yang terlihat dingin.
" Itu teman mu yang mana biasanya kakak tau semua teman mu... Ku sarankan jangan deketin dia lagi? "
*
Erik tak membalas pesan cia dua hari, apa sosok itu benar-benar marah. Rintik hujan membuat gadis mungil itu meneduh di teras toko yang sudah tutup,hari sudah hampir gelap. Jika tau ibunya tidak menjemputnya mungkin ia akan menyisakan uangnya untuk ikut bus umum.
Di tangannya tergantung paper bag batik berisi buku matematika milik kevin yang belum ia kembalikan. Sosok itu tak sekolah beberapa hari, mungkin seteleh pulang cia akan menjenguk bersama ibunya.
"Hy sayang... Tumben sendirian? "
Cia mengangkat wajahnya dan mendapati sosok eric. Membawa sekantong plastik berisi bumbu-bumbu makanan dan sayuran.
"Kakak! " Cekatan gadis itu memeluk sosok yang ia rindukan, "kenapa dua hari ini kakak gak bisa di hubungi? "
"Maaf ya kemarin aku sibuk banget nyiapin konten, o iya aku suka banget kalo kamu nanyain kabar kayak gini, "
Ucapnya mengelus surai cia.
"Kakak mau masak? "
"Eh... Iya, " Jawabnya singkat.
Gadis itu membulatkan mata memohon, "kak aku mau ikut? "
"Enggak, kamu harus pulang lagi pula habis ini aku mau ngonten"
"Tapi... "
" Untuk sekarang kamu fokus belajar aja sayang, mau kakak antar pulang? "
"Aku udah pesen taxy, bentar lagi datang, " Bohong cia.
"Yaudah kakak pergi dulu ya, soalnya kakak sibuk. "
Cia sengaja berbohong karna beniat mengikut erik. Sosok berhodie merah itu berjalan menuju hutan. Ia tak curiga sama sekali jika ada yang mengikutinya.
Netra cia terbelalak tak percaya jika di tengah hutan ada sebuah rumah besar tua berdinding putih, seperti rumah gaya belanda.
Tanpa mengucap salam eric masuk di ikuti cia beberapa saat kemudia.
ia kehilangan jejak erik di rumah mewah itu. Se isi rumah yang begitu rapi dan banyak barang mewah. Cia mendapati sebuah ruangan dengan beberapa kamera dan meja makan tempat erik biasanya membuat konten.
"Kenapa dia malu, rumahnya cukup bagus! " Puji cia gadis bertubuh mungil itu tak sabar ingin memberi tau erik bahwa ia mengikutinya. ingin melihat ekspresi kekasihnya.
Namun semua itu sirna ketika suara pukulan benda tajam. Tepat dari arah dapur, gadis itu mengintip melalui celah pintu kaget bukan kepalang melihat tubuh seseorang terbaring di lantai dapur darah berceceran kemana-mana dan yang lebih mengerikan erik memotong tubuh tak berdaya itu dengan pisau daging.
"Roky, ambil ini biasanya kau sangat suka kepala manusia! " Ujarnya sosok anjing hitam menyalak menggigiti kepala yang sudah terpenggal. Anjing itu terlihat galak dengan gigi yang menyeringai.
Perut cia mual, terlebih ketika kepala yang ia lihat merupakan sahabatnya kevin. Tubuhnya terjatuh di lantai mengeluarkan suara hingga erik menyadarinya.
"Sial! Ada yang mengintip rocky cari dia! "
Cia segera berlari ke sebuah ruangan yang tak lain adalah kamar. gadis itu bersembunyi di dalam lemari.
Lama sudah ia berada di sana hingga ia tak sadar dan akhirnya tertidur.
" Ok terimakasih semua... Dagingnya memang enak karna tidak ada lemak sama sekali, aku akan mencoba mencocolnya dengan saus pedas, untuk yang terahir sebelum live ini selesai. "
Cia mengerjap ia , suara lirih erik di luar terdengat . Ia tak bisa bergerak salah satu tanganya di borgol di ranjang.
"Cia sayang Kamu sudah bangun? "
Tanya nya masuk kedalam kamar.
"Dasar iblis, kamu membunuh kevin? " Sentak nya menatap nanar.
Eric tersenyum kemudian duduk di sebelah cia menangkup pipinya dengan kedua tangan, "kamu itu gak ngerti cinta sayang, aku cuma gak mau orang kayak kevin atau temen kamu yang lain menghasut untuk ninggalin aku. Sekarang karna kamu udah datang kesini kamu gak akan ku lepasin jika kamu berani keluar akan ku pastikan menu mukbang selanjutnya adalah kamu. "