BAB I Bagian 1
Author pov...
Menjalani hidup tanpa ke dua orang tua tidak menjadikan eunji menjadi pribadi yang buruk, sisi kelam dalam hidupnya ia jadikan motivasi untuk menjalani hidup menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Iri dengan orang lain yang memiliki cinta kasih orang tua? Tentu saja, eunji tidak pernah punya itu. Dibesarkan di panti asuhan sederhana bersama teman-teman yang senasib dengannya membuatnya tau bukan hanya dia yang bernasib tidak beruntung,banyak dari mereka yang memiliki cacat fisik,yang terlahir tidak sempurna dan tidak di inginkan. Eunji tersenyum tipis "setidaknya Tuhan memberikan fisik yang sempurna untuk ku, terimakasih Tuhan" batin Eunji dalam hati
Positif thinking yaa... itulah kepribadian Eunji yang menarik,dia tak pernah berprasangka buruk apapun yang terjadi, menurut nya berprasangka buruk hanya akan mendatangkan ketidak beruntungan untuknya dan itu bukan yang Eunji inginkan.
Bekerja,menghasilkan uang,dan bahagia adalah impian sederhana Eunji dalam hidup. Yaa... sederhana mamun sulit untuk dicapai.
Saat ini Eunji sedang bekerja paruh waktu di sebuah cafe coffe break sebagai barista, Eunji sudah setahun bekerja part time di cafe itu. Yaa semenjak Eunji kuliah dia bekerja paruh waktu di cafe itu, bukan hanya disitu saja dia juga bekerja di sebuah minimarket saat malam harinya. Untuk biaya kost dan makan dia harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.
Eunji Pov...
Saat ini aku sedang bekerja di minimarket. Ku lihat Jam di pergelangan tangan ku sudah menunjukkan pukul 03.00 subuh. Kurentangkan tanganku keatas merenggangkan otot-ototku yang kaku
"Aaahhh Lelahnya" sambil kubuka sekaleng Beer untuk membasahi kerongkonganku
"Aahhhh Nikmatnya" kataku sambil memandang ke arah luar minimarket yang sudah sedikit sepi.Lalu kufokuskan lagi mataku ke buku yang kubaca sambil menjaga meja kasir.
Pukul 06.00 pagi aku meninggal kan toko. Sift malam ku telah usai. Kupakai jake dan tas selempang ku sambil memegang sebungkus roti dan seboto susu.
"Aku pulang dulu,sampaikan salamku pada Boss oke" kataku sambil melambaikan tangan.
"Eo.. Hati-hatilah dijalan jangan terlalu fokus pada makanan mu, kalau begitu terus kau bisa celaka" kata Yoona memperingatkan ku yang tak terlalu ku tanggapi. Setiap hari dia mengtakan hal yang sama,apakah dia tidak bosan fikirku.
"Iya iya aku akan hati-hati lagi pula aku bukan anak kecil lagi,setiap hari kau mengatakan hal yang sama padaku"
"Karena setiap hari kau melakukan hal yang sama bodoh... jalan menunduk sambil makan roti dan susu seolah olah hanya ada roti dan susu di dunia ini"
" ne ne ne... aku pergi.. Baabaaayyy" kataku sambil meninggalkan Yoona
Aku menikmati rotiku di jalan sambil bersenandung kecil. Saat menyebrang jalan tiba tiba bunyi klakson sangat keras mengagetkanku
Tiinn...Tiinnnn Tinnn...
Membuat ku mebelalakan mata tidak percaya...
"Ohh Tuhan apakah aku akan mati hari ini"...