Seo Joon Pov ...
Sudah satu Bulan Lee Eun Ji bekerja sebagai pembantu dirumahku, membersihkan rumah,memgurus pakaian ku, dan memasak untuk ku. Bahkan dia menuruti kata-kataku saat aku mengaatakam "aku ingin kau pulang setelah aku pulang bekerja". Dan dia benar-benar melakukannya. Benar-benar gadis yang polos. Aku cukup puas dengan pekerjaanya dia teliti dan sangat rapi,sangat cocok menjadi ibu rumah tangga pikirku, ahh ada apa denganku kenapa selalu berfikir jauh jika tentang gadis itu. Kadang terbersit rasa kasihan saat melihat wajah lelahnya saat menunggu ku pulang bekerja, dia selalu berada di anak tangga ke lima dari bawah sambil bersandar di dinding,kadang aku ingin bertanya "kenapa selalu duduk disitu? Padahal banyak sofa empuk yang tentunya lebih nyaman dibandingkan dengan anak tangga yang keras dan dingin itu" tapi lagi-lagi ku tepis rasa penasaran ku. Aku tak ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya membuat sebuah hubungan yang canggung ini menjadi lebih dekat. Aku lebih suka hubungan yang canggung ini namun bertahan lama dibandingkan dengan hubungan yang dekat hingga akhirnya menjadi nyaman dan berakhir tak ingin melepaskan.
Eunji Pov...
Sudah genap sebulan aku bekerja sebagai pembantu dirumah Ahjussi dingin itu,dan rasanya limit tenagaku sudah sampai pada batasnya. LELAH adalah penggambaran kata sederhana yang dapat aku katakan namun lebih memiliki efek lebih pada tubuhku.Bayangkan saja kuliah,bekerja paruh waktu,menjadi pembantu,dan bekerja paruh waktu lagi. Aku hampir tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat dan kadang melewatkan jam makan siangku dan malamku yang berharga untuk mempelajari kembali buku-buku yang telah kubaca untuk persiapan kuis saat jam kuliah sambil menjaga minimarket. Dan rasanya ini lebih berat dibanding menjadi intern dirumah sakit. Maybe...
Aku selesai membersihkan rumah,setelah memasukkan beberapa potong baju didalam mesin cuci, aku berjalan menuruni anak tangga untuk ke lantai bawah menyiapkan makan malam seperti biasanya,tiba-tiba pandanganku menjadi tak fokus,ku pejamkan mataku, Ku dudukkan pantatku di anak tangga yang dingin ini saat kurasakan kepalaku berdenyut-denyut. Ku ambil nafas dalam untuk mengontrol rasa mual yang tiba-tiba muncul. Aku berlari sempoyongan menuju toilet saat rasa ingin muntah ini tak dapat ku tahan. Aisshh sepertinya asam lambungku naik gara-gara pola makanku tak teratur sebulan terakhir ini. Aku terduduk lemas setelah memuntahkan isi perutku hingga habis, bahkan sampai terasa pahit dimulutku. Tentu saja tak banyak yang bisa ku muntah kan,aku hanya memakan sepotong roti untuk sarapan pagi. Aku benar-benar bodoh fikirku.
Kuhindangkan makanan di meja makan,hanya hidangan sederhana tapi ahjussi sangat menyukainya. Semangjuk nasi, sop iga sapi dan sepiring kecil kimchi. Hanya karena makanan sederhana itu Ahjussi akan tersenyum bahagia dan entah kenapa itu membuatku menarik bibirku menjadi sebuah lengkungan senyuman. Aku naik ke atas untuk menjemur pakaian yang tadi kucuci lalu turun lagi kebawah dan duduk di anak tangga ke lima dari bawah sambil menunggu Ahjussi pulang bekerja. Sebenarnya aku ingin sekali membaringkan tubuhku yang lelah ini di sofa yang terlihat sangat nyaman itu,tapi aku takut Ahjussi dingin itu akan memarahiku dan menambah nilai hutangku padanya. Bukankah aku pernah mengatakan aku tak ingin membuat kesalahan lain. Jangankan berbaring di sofa,meminum air mineral yang ada di kulkasnya saja aku tak berani, aku tak ingin lancang dirumah orang, apa lagi memakan atau meminum sesuatu yang bukan milikku itu sama saja dengan mencuri. Aku tak akan melakukan hal serendah itu.
Ku rasa aku benar-benar berada di limit pertahanan tubuh ku. Sekujur tubuhku terasa ngilu ,kepalaku kembali berdenyut-denyut,pandanganku mengabur. Kusandarkan kepalaku pada dinding sambil ku pejamkan mataku sambil mengatur nafasku. Kubuka mata ku,kulihat jam menunjukkan pukul 09.00 malam. Kenapa Dia lama sekali, aku ingin cepat pulang dan beristirahat di kasurku yang nyaman.
Seo Joon Pov...
Pukul 11.00 malam. aku baru sampai dirumah, aku lembur harus mengurus proyek-proyek yang membutuhkan persetujuanku. Kulihat Eunji masih duduk di anak tangga sambil menyandarkan kepalanya di dinding. Seharusnya dia sudah pulang, bukankah aku pernah mengatakan jika aku pulang diatas jam 10.00malam. Dia bisa meninggalkan rumah, apa dia lupa, mengingat ini adalah kal pertama aku pulang terlambat selama sebulan dia bekerja dirumah ku. Aku mengendikkan bahu lalu berjalan melewatinya,aku ingin mandi lalu turun memakan makan malamku yang sudah dingin. Seandainya aku tak lapar aku memilih mandi lalu tidur saja.
Aku selesai mandi lalu berjalan menuruni anak tangga,kulihat Eunji masih diposisi yang sama. Apakah dia tertidur?.Aku berjalan mendekatinya kutepuk pelan pundaknya
"Bangunlah"
Tak ada sahutan
"Hey bangunlah, apa kau tak ingin pulang"
"Ne" kudengar dia menyahut pelan
"Kenapa kau tak pulang? Bukanya aku sudah bilang kau boleh pulang saat aku lembur?".
"Sepertinya aku ketiduran saat menunggu mu Ahjussi, kalau begitu aku pulang dulu". Katanya beranjak dari duduknya lalu membungkukkan badan padaku.
Kulihat banyak peluh didahinya,wajahnya juga terlihat pucat, aku mengerutkan keningku. Apa dia sakit? Tapi aku tak bertanya euji sudah mengilang dibalik pintu. Apa dia baik-baik saja? Bagaimana kalau dia pingsan dijalan?. Aiissh.. aku menggelengkan kepala ku sambil bergumam "dia kan mahasiswi kedokteran. Dia pasti bisa mengurus dirinya sendiri.
Dan itu adalah pemikiran terburuk yang pernah kufikirkan.