BAB 30

1129 Words

"Aku dan Prisa—" sebelum Biru meneruskan ucapannya ia terlebih dahulu menatapku, entah untuk apa namun, aku kira Biru ingin memastikan bahwa aku baik-baik saja. "Pacaran." Ucapku tiba-tiba sementara Biru langsung menundukkan kepalanya, matanya tidak lagi menatapku melainkan menatap lantai. Aku menarik napasku, "tidak, kalian lebih dari itu." Lanjutku yang membuat Biru mendengakkan kepalanya, menatapku. Aku menatap Biru dengan rasa sakit yang terpancar dari mataku dan aku tahu jika Biru mengetahui itu. "Aku bisa jelasin." Ucapnya lirih, sinar di matanya kini meredup. Dan tatapan itu, tatapan yang sedang ia tunjukkan semakin membuat hatiku sakit karena Biru tatapan itu begitu menyiratkan luka-luka. Aku berdiri dari kursiku, berjalan meninggalkan balkon dan Biru yang berada di sana denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD