"Airin, kau sudah bangun, Nak?" Seo Rie mengetuk pintu. Gadis itu tergagap bingung. Dia tak mengerti apa yang membuatnya bingung. Apa yang dialaminya barusan seperti sebuah mimpi. Ada yang mencumbunya dengan begitu b*******h, lalu semuanya hilang secara tiba-tiba, dan terdengar bunyi ketukan pintu. Gadis itu menyingkap selimutnya. Tak ada siapa pun di sana. Ayahnya masih memanggil di luar sana. Dia pun turun dari ranjang, lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya. "Aku sudah bangun, Appa. Ada apa?" "Bagaimana tidurmu semalam?" Sang ayah menatap anaknya penuh raut ke khawatiran. "Maafkan appa dan eomma karena tidur terlalu lelap." "Tak apa-apa, Appa. Aku pun tidur nyenyak semalam. Hujan dan petir tak lagi menggangguku." "Baguslah. Oh, ya, eomma sedang menyiapkan sarapan. Turunlah. Ki

