Ashley memandang Kian dengan tatapan tajam. Matanya penuh sindiran, bibirnya melengkung tipis saat ia berkata dengan nada menusuk, “Kenapa diam saja? Apakah tubuhnya luar biasa sehingga membuatmu begitu tertarik padanya?” Pertanyaan itu meluncur seperti anak panah yang diarahkan tepat ke hati Kian. Kian terdiam sesaat. Sorot matanya melembut, ada rasa penyesalan yang terlihat jelas di wajahnya. "Tidak, bukan itu yang aku pikirkan. Aku hanya merasa bersalah karena melakukannya dengan mereka," jawabnya dengan suara pelan, hampir berbisik, seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri. Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan, “Mulai detik ini, manajerku yang akan mengurus masalah model dan artis lainnya. Aku tidak akan ikut campur lagi. Karena aku ingin fokus menyembuhkan diriku dan men

