Part 74

1268 Words

*Happy Reading* Rasanya kepalaku mau pecah dibuatnya. Aku denial, pusing dan bingung harus fokus pada yang mana sekarang? Kondisi Tita dan Nurbaeti saat ini benar-benar membuat kepalaku seperti terbelah dua dan bercabang. Ini sudah empat jam berlalu dari kepergian Reyn. Tetapi pria itu belum juga memberikan kabar. Pun dokter yang menangani Nurbaeti. Lampu ruang operasinya masih menyala. Menandakan jika operasi Nurbaeti masih berjalan. Tuhan, tolong selamatkan Tita dan Nurbaeti. Juga anak dalam kandungannya. Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. "Minum dulu, Kak." Sebuah suara tiba-tiba meminta atensiku. Membuat kepalaku sontak mendongak perlahan pada sumber. Kemudian menemukan Lovely yang kini tengah menyodorkan sebuah minuman botol dingin ke arahku sambil tersenyum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD