Daniel masuk ke dalam mobil seraya membanting pintu dengan kuat. "Arah!" Dia pukul stir mobil tersebut dengan sekuat tenaganya beberapa kali seraya berteriak keras. Hancur, lebur, tak berbentuk dan tersisa. Kepergian Daisy tak hanya meninggalkan luka yang dalam, tetapi juga membuat separuh jiwa Daniel hilang bersamanya. "Kenapa, Sy?" tanyanya. Lagi-lagi tangis Daniel pecah. "Kenapa kamu tega ninggalin aku? Padahal kamu tau bahwa aku cinta sama kamu. Apa kamu nggak bisa sedikitpun kasih aku kesempatan?!" Patah hati kali ini lebih hebat dari sebelumnya. Daniel benar-benar merasa hancur dan tak bisa mengendalikan diri. Apalagi mengingat betapa menderitanya Daisy selama ini. Gadis pekerja keras yang selalu bisa diandalkan dalam segala hal itu, telah melewati hal-hal tersulit dalam hidu

