"Lia! Lia! Lia!" teriak Evan. Lia mendengkus kesal, ia keluar dari kamar dan menemui suaminya itu. "Ada apa sih?" tanyanya ketus. Wajah dan mata Evan tampak merah padam. Ia mendekati istrinya itu lalu mencekik leher Lia. "E-van, ap-a ya-ng kamu lak-ukan?" Lia meringis kesakitan, suaranya bahkan tidak tembus karena cekikan sang suami di lehernya. "Astaga, Evan!" teriak Sofia melerai Evan yang mencekik leher Lia. "Uhuk, uhuk, uhuk!" Lia terbatuk-batuk, lehernya sampai memerah akibat cengkeraman suaminya. "Kamu udah gila!" hardik Sofia. "Kamu bisa bunuh istri kamu sendiri," tukasnya lagi. "Sebentar lagi dia bukan istriku!" jawab Evan. Sonny yang berada di sana hanya bisa menghela napas panjang. Istri dan anaknya itu selalu saja berdebat setiap hari dengan perdebatan yang sam

