"Apa maksud kalian?" Ardimas menatap kedua wanita itu. Lia mencebik seraya memutar bola matanya malas. Sejak awal dia memang tidak pernah menyukai ayah tirinya itu. "Jawab, Linda, Lia!" sentak Ardimas yang terlihat marah. "Berani-beraninya kamu bentak anakku, Ar!" Melinda tampak marah mendengar suara bentakan dari Ardimas. "Aku nggak peduli!" sahut Ardimas. "Cepat jawab!" desaknya. Melinda menatap sinis suaminya itu. Ia menyunggingkan senyum penuh kemenangan karena mendengar bahwa anak tirinya itu hilang. "Sisy hilang! Lebih tepatnya dia kabur karena hamil!" jawab Melinda terkekeh pelan melihat wajah syok Ardimas. Ardimas terdiam, tubuhnya merosot dan terduduk di sofa. Matanya tampak berkaca-kaca mendengar jawaban dari sang istri. "Kenapa? Kamu syok?" Lagi-lagi Melinda terke

