Sampai di apartemen Daisy, lelaki itu langsung keluar dengan langkah tergesa-gesa. Ia benar-benar panik saat Daisy tak mengangkat teleponnya. "Semoga kamu baik-baik aja, Sy," gumamnya. Setelah sekian lama kepergian sang istri dan calon anak mereka, baru kali ini Daniel merasa khawatir dan peduli pada seseorang. Biasanya ia terlihat acuh tak acuh dan bahkan tak peduli sama sekali. Lelaki itu melangkah dengan lebar dan masuk ke dalam lift. Sampai di depan pintu apartemen Daisy ia langsung masuk karena kebetulan memang tidak dikunci. Pupil mata Daniel hampir terlepas ketika melihat Daisy yang terbaring di sofa. "Astaga, Sy!" Lelaki itu berhambur menghampiri sekertarisnya. "Sy, kamu kenapa?" Daniel mengangkat tubuh lemah Daisy lalu membawanya ke kamar wanita itu. Ia letakkan sang sek

