"Relax, Lisa. Relax." Evi yang rasanya mengerti bagaimana aku gugup menantikan hasil tes DNA antara suamiku dan bayi di rumah mertua, berucap lirih sambil terus menggenggam erat tanganku. "Sebentar." Aku yang sudah panas dingin sedari tadi, dibuat semakin tak karuan rasa ketika pintu ruangan diketuk. Ternyata, perawat yang datang. Terlihat dia memberikan beberapa lembar berkas pada sang dokter. "Terima kasih, Sus," ucap dokter berpembawaan tenang ini saat perawat pamit pergi. "Jadi begini, Ibu Alisa, berdasarkan bukti ilmiah yang diperoleh dengan mengacu pada sampel yang diperiksa, maka hasil analisis menunjukkan bahwa 99,98 % hasil tes memiliki kemiripan." Aku membelalak lebar mendengar keterangan yang diberikan. Ya Allah, bagaimana ini bisa terjadi? "Dengan demikian, terduga ayah

