Mendatangi Rumah Mertua

1465 Words

Aku tersentak saat ponselku berdering lagi. Apa Zaki lagi yang memanggil? Masih dengan seluruh tubuh yang terasa lemas, kuraih benda pipih yang sedari tadi tergeletak di lantai karena si empunya sibuk menangisi takdir hidup yang tak adil ini. Kutatap sekilas siapa gerangan yang memanggil. Hatiku mencelos. Mas Hamid memanggil? Angkat atau tidak? Aku benar-benar bimbang. Ah! Tak perlu, Lisa. Sudut hatiku berbisik. Tunggu saja dia sampai dia pulang. Aku pun lantas mengabaikan begitu saja panggilannya, tak ingin membahas apapun di telepon. Aku memang lebih memilih untuk berdebat secara face to face jika memang diperlukan. Tak lama kemudian, notif WA berbunyi. Dan entah kenapa, kali ini aku tertarik untuk membuka dan melihat siapa yang mengirim pesan. Pesan dari Mas Hamid rupanya. Berge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD